Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran yang melanda permukiman bedeng di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, sulit dipadamkan karena bara masih menyala di bawah tumpukan puing dan sampah. Untuk mempercepat penanganan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar menurunkan tiga ekskavator guna membuka lapisan material yang menutup sumber api.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan perlunya alat berat agar petugas dapat menjangkau titik api yang tersembunyi di bawah tumpukan material. Tanpa penggarukan, semprotan air dari permukaan tidak efektif menembus ke pusat panas.
Di lapangan, sembilan unit armada Damkar Kota Denpasar masih dikerahkan dari sebelumnya 12 unit. Tiga armada dari Damkar Kabupaten Badung turut membantu upaya pemadaman.
"Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot," kata I Made Tirana, Rabu (2/9/2026).
Menurut Tirana, teknik penggarukan seperti ini pernah dipakai saat penanganan kebakaran di TPA Suwung, Denpasar. Metode tersebut dinilai lebih efektif untuk memastikan seluruh titik api di bawah tumpukan material benar-benar padam.
Ia memperkirakan, apabila proses penggarukan berjalan sesuai rencana, api dapat dipadamkan sepenuhnya pada Kamis (3/9/2026).
"Saat ini titik api disebut telah berkurang dan sebagian besar yang terlihat hanya berupa asap," imbuhnya.
Pemerintah Kota Denpasar memastikan penanganan pascakebakaran dilakukan bertahap. Prioritas mencakup keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendataan, serta pemulihan sosial dan psikologis masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika, menyebut 85 kepala keluarga terdampak peristiwa ini.
"Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi," ucap Laxmy.
Selain mendampingi proses pemadaman, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah turut bergerak menyalurkan bantuan. Layanan kesehatan, logistik, makanan, dan pendampingan psikososial diberikan untuk memenuhi kebutuhan para korban di lokasi.