Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Gubernur Banten Andra Soni meresmikan pembangunan infrastruktur daerah irigasi di Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (2/9/2026).
Pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan pembangunan irigasi bukan sekadar proyek untuk menunjukkan keberhasilan pemerintah.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
Baca juga: Gubernur Andra Soni Ungkap 60.705 Siswa di Banten Sudah Nikmati Program Sekolah Gratis
“Ini bukan gaya-gayaan. Ini tujuannya mengingatkan kita ternyata kerja kita soal irigasi masih kurang. Kita membangun irigasi ini untuk memastikan kebutuhan air bagi pertanian terpenuhi dan produktivitas petani meningkat,” kata Andra kepada wartawan.
Ia menjelaskan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Dengan jaringan irigasi yang memadai, lahan pertanian diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan sehingga pola tanam petani bisa lebih optimal.
“Kalau irigasinya baik, petani bisa lebih produktif. Kita ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Andra mengatakan, Provinsi Banten mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat hampir Rp500 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi irigasi pada 2025.
Menurutnya, anggaran tersebut berdampak terhadap peningkatan layanan irigasi yang kini mampu mengairi lebih dari 9.000 hektare lahan pertanian.
“Yang tadinya mungkin nunggu hujan turun dulu, nanam setahun dua kali sekarang sudah bisa tiga kali. Untungnya juga, kita bisa men-support kegiatan tersebut dengan membangun sekitar hampir tujuh kilometer irigasi di beberapa wilayah. Kemudian areal tanamnya sekitar 800 hektare lebih,” katanya.
Andra menambahkan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mendukung sektor pertanian di Banten.
Ia berharap infrastruktur tersebut dapat memperluas cakupan layanan air irigasi dan berdampak terhadap peningkatan hasil produksi pertanian.
“Tahun lalu produksi padi kita 1,8 juta ton. Berharap tahun ini kita bisa naik 25 sampai 30 persen walaupun saat ini sedang musim kemarau. Irigasi memang tidak menciptakan air, tapi irigasi bisa mengalirkan air,” imbuhnya.
Andra juga meminta masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah dibangun.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari seremoni peresmian, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Setelah diresmikan, yang paling penting adalah bagaimana ini dimanfaatkan dan dirawat. Ukuran keberhasilannya bukan pada seremoni, tetapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas petani,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang petani, Ahmad, mengaku senang dengan adanya pembangunan jaringan irigasi di wilayahnya.
Ia mengatakan, setelah adanya jaringan tersebut, aliran air yang menuju lahan persawahan miliknya menjadi lebih banyak.
“Alhamdulillah, terima kasih Bapak Gubernur karena telah membangun irigasi di wilayah kami. Semoga para petani di daerah kami semakin sejahtera,” katanya.