Antisipasi Kebakaran, Warga Bengkulu Selatan Diminta Segera Telepon 112 Jika Lihat Titik Api
Hendrik Budiman September 02, 2026 08:36 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bengkulu Selatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Damkar Bengkulu Selatan memastikan personel dan armada pemadam kebakaran tetap siaga untuk mengantisipasi kejadian kebakaran, terutama di wilayah pedesaan yang belum mendapatkan guyuran hujan secara merata.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, meminta masyarakat segera melapor apabila melihat kebakaran maupun titik api di lingkungan sekitar.

Baca juga: Harga Beras Medium di Bengkulu Selatan Masih Tinggi, Tembus Rp48 Ribu per Kulak

Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat sangat membantu petugas agar dapat segera menuju lokasi dan mencegah api semakin meluas.

“Kami siap menerima laporan dari masyarakat melalui panggilan 112 ataupun panggilan dari call center pemadam kebakaran,” ujar Efredy saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (2/9/2026).

Hujan Mulai Turun, Damkar Bengkulu Selatan Tetap Siaga

Meskipun kondisi cuaca mulai memasuki musim hujan, potensi kebakaran masih perlu diwaspadai.

Pasalnya, hujan belum turun secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Sejumlah kawasan pedesaan masih berpotensi mengalami kondisi lahan kering.

“Selama musim kemarau kemarin sampai hari ini sudah mulai turun hujan, kami tetap standby mobil kebakaran untuk mengantisipasi daerah di pedesaan yang belum diguyur hujan,” katanya.

Karena itu, Damkar Bengkulu Selatan tetap menyiagakan personel dan armada pemadam untuk merespons apabila terjadi kebakaran.

Warga Diminta Tidak Bakar Lahan Sembarangan
Selain meminta masyarakat melaporkan kejadian kebakaran melalui nomor 112, Damkar Bengkulu Selatan juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Pembakaran yang tidak diawasi dapat memicu api menjalar ke area lain, terlebih jika kondisi lahan masih kering.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna lahan, jangan membakar lahan dalam skala besar,” tegas Efredy.

Warga yang melakukan pembakaran juga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Musim panas ini masih ditemukan di beberapa desa. Untuk itu jangan membakar sampah sembarangan ataupun membakar lahan perkebunan. Kalau membuka kebun baru, harus diperhatikan, jangan sampai menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” jelasnya.

20 Kasus Kebakaran Terjadi hingga Agustus 2026

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan telah mencatat sekitar 20 kasus kebakaran.

Kebakaran tersebut meliputi rumah, pohon kering hingga sejumlah bangunan lainnya.

Berdasarkan penanganan yang dilakukan, sejumlah kebakaran dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya korsleting listrik, kelalaian mematikan gas, serta aktivitas pembakaran di sekitar pohon atau lahan kering.

“Untuk total kebakaran di tahun 2026, dari Januari sampai Agustus 2026, tercatat sekitar 20 kasus. Ada kebakaran rumah, pohon kering dan bangunan lainnya,” ungkap Efredy.
Dengan potensi kebakaran yang masih ada meski hujan mulai turun, Damkar Bengkulu Selatan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.

Masyarakat yang melihat api, titik panas, atau mengetahui kejadian kebakaran diminta segera menghubungi 112 atau call center pemadam kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin sebelum api meluas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.