TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengungkapkan, kondisi keuangan dari pertandingan kandang timnya pada Super League 2025/2026.
Pendapatan diperoleh PSM Makassar dari penjualan tiket, ternyata tak menutupi pengeluaran di pertandingan kandang.
Jumlah penonton hadir di 17 pertandingan kandang PSM Makassar musim lalu hanya 50.785.
Jumlah ini menempatkan tim Juku Eja di posisi 11 dari 18 klub dalam kehadiran penonton ketika bertindak sebagai tuan rumah.
PSM Makassar kalah jumlah penonton dari Semen Padang, Persijap Jepara dan Bhayangkara Lampung FC.
Hanya mengungguli Arema FC, Persita Tangerang, Persik Kediri, Malut United, Madura United, Dewa United dan PSBS Biak.
Rerata penonton hadir memberikan dukungan di Stadion BJ Habibie per laganya 3.174 orang.
Muhammad Nur Fajrin mengatakan, okupansi penonton di Stadion BJ Habibie musim lalu menjadi bahan evaluasi manajemen.
Sebab, seharusnya pendapatan dari tiket laga kandang digunakan untuk operasional pertandingan tandang.
Namun, permasalahannya sejak tiga tahun bermarkas di Parepare, biaya laga kandang PSM Makassar sangat besar.
Laskar Ayam Jantan dari Timur satu-satunya klub di Super League yang bermain di kandang harus menyewa hotel.
Baca juga: PSM Makassar Tanpa Penonton Dua Laga Home, Kehilangan Rp850 Juta Penutupan Tribune Selatan
Pendapatan kotor dari tiket laga home PSM Makassar musim lalu hanya sekira Rp 3 miliar.
Jika dilihat secara angka sangat besar, akan tetapi pengeluaran di laga kandang mencapai Rp 7,9 miliar.
“Pendapatan bruto tiket Rp 3 miliar, pengeluaran kandang saja Rp 7,9 miliar. Berapa minusnya, dari mana sumbernya untuk menanggulangi kekurangan ini. Itu coba kita atur,” ungkapnya saat diskusi bersama suporter belum lama ini.
Ia menyampaikan, PSM Makassar bukan tak punya uang, melainkan sedang berjuang mengatur pemasukan dan pengeluaran.
“Ini permasalahan yang sedang dialami. Cash flownya sedang kita benahi,” terangnya.
Belum lagi sanksi denda harus dibayar PSM Makassar.
Total, klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini harus merogoh kocek Rp 1,27 miliar untuk bayar denda musim lalu.
“Bagaimana cara pembiayaan dari pendapatan home untuk away kalau untuk tutupi home saja minus, minus ini tak sedikit,” ujarnya.
Musim Depan Kian Tertekan
Pendapatan PSM Makassar dari tiket di Super League 2026/2027 semakin berkurang.
Pasalnya, Rasyid Bakri cs tanpa penonton dua pertandingan kandang.
Tak hanya, itu, Tribune Selatan juga ditutup selama semusim.
PSM Makassar harus menjalani dua sanksi dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut kerusuhan saat melawan Persib Bandung musim lalu.
“Kita tanpa penonton karena hukuman, berarti kehilangan pendapatan dua game. Belum lagi pendapatan dari Tribune Selatan tak ada, karena Tribunenya ditutup semusim kompetisi,” ungkap Fajrin.
Ia menyebut, Tribune Selatan salah satu sumber pendapatan jika terisi penuh.
Daya tampungnya sekira 1.000-an penonton dengan harga tiket Rp 50 ribu.
Artinya, PSM Makassar tanpa penonton di Tribune Selatan kehilangan Rp 850 juta.
Dengan kondisi tersebut, jumlah pertandingan kandang yang berpotensi menghasilkan pendapatan tiket efektif berkurang.
Jika secara normal terdapat 17 laga kandang, musim depan PSM Makassar harus kehilangan pemasukan dari dua pertandingan tanpa penonton, ditambah potensi pendapatan dari Tribune Selatan yang ditutup
“Jadi PSM Makassar pengalian (pendapatan tiket) bukan 17 lagi (laga home), tapi 15 saja. Itu keadaannya,” sebutnya.
Kendati demikian, Fajrin menegaskan pihaknya tak tinggal diam. Solusi terbaik dicari.
Manajemen tengah menyiapkan perhitungan baru terkait harga tiket dan strategi komersial untuk musim mendatang.
Evaluasi tidak hanya dilakukan dari sisi harga tiket, tetapi juga mempertimbangkan hubungan antara harga, jumlah penonton, pendapatan, dan biaya operasional pertandingan.
“Begini kondisinya, tapi kami punya solusi. Ini perencanaannya, sedang diatur cash flownya, mudah-mudahan, sabar-sabar meki, dua-tiga tahun ke depan PSM Makassar akan jauh lebih baik dari apa kita punya sebelumnya,” pungkasnya.
Daftar Jumlah Penonton Terbanyak di Super League 2025/2026
Persib Bandung: 411.830
Persija Jakarta: 377.475
Persebaya Surabaya: 278.213
Borneo FC: 119.048
Persis Solo: 112.536
Bali United: 108.961
PSIM Yogyakarta: 94.841
Semen Padang: 71.845
Persijap Jepara: 58.160
Bhayangkara Lampung FC: 54.373
PSM Makassar: 50.785
Arema FC: 43.245
Persita Tangerang: 42.434
Persik Kediri: 41.075
Malut United: 39.101
Madura United: 30.599
Dewa United: 15.036
PSBS Biak: 344
Jumlah Suporter Hadir Laga Kandang PSM Makassar
Persijap Jepara: 3.560
Persija Jakarta: 6.116
PSIM Yogyakarta: 3.249
Arema FC: 1.786
Madura United: 2.875
PSBS Biak: 1.261
Persebaya Surabaya: 6.434
Malut United: 2.865
Bali United: 2.225
Semen Padang: 1.035
Dewa United: 1.589
Persita Tangerang: 1.624
Persis Solo: 1.285
Borneo Samarinda FC: 4.980
Persik Kediri: 1.651
Bhayangkara Lampung FC: tanpa penonton
Persib Bandung: 8.250
Total: 50.785 penonton (*)