Ancaman Kekeringan Mulai Dirasakan Warga di Bayur Balangan, Menyusul Sungai yang Mengering
Ratino Taufik September 02, 2026 08:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai memberikan ancaman kekeringan bagi warga di Dusun Bayur, Desa Tundakan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan.

Sungai Tundakan yang menjadi sumber air masyarakat setempat kini kering. Ada sedikit air, namun sudah tak mengalir, bahkan seolah menjadi kubangan, kotor dan tidak bisa dimanfaatkan. 

Perlahan, warga tak lagi bisa memanfaatkan air sungai dalam memenuhi kebutuhan air setiap harinya, mulai dari mandi, mencuci dan lainnya. Mereka mulai berhemat untuk menggunakan air. 

Mereka terpaksa beralih ke sumur warga yang mata airnya masih mengalir. Ada tujuh sumur yang bisa dimanfaatkan di dusun ini. Sementara jumlah jiwa yang tinggal di permukiman tersebut mencapai 161 jiwa.

Lokasi anak desa yang bisa dikatakan cukup jauh dari kantor desa setempat, membuat akses air bersih juga terhambat, selain mengharapkan sumur yang mulai mengering pula. 

Pasalnya, dari pusat desa, menuju dusun ini menempuh jarak hampir enam kilometer dengan akses jalan bebatuan dan tanah merah. Dibutuhkan kemampuan berkendara yang handal untuk melintas, baik bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Warga Bayur, Muhammad menceritakan kondisi kekeringan sudah dirasakan sejak Agustus ini. Mulai sungai yang mengering, hingga air sumur yang  perlahan surut. 

"Kalau satu bulan lagi kondisinya begini, air sumur kami mungkin sudah mengering, tidak ada air bersih yang bisa digunakan," ujar Muhammad saat adanya peninjauan dari pihak Kecamatan Awayan beserta Polsek Awayan dan Pemdes Tundakan ke Bayur, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Viral Hujan Turunkan Air Hitam di Angsana Kalsel, Mirip Fenomena di Tengah Perang Iran vs Amerika?

Ia juga memperlihatkan kondisi air dari sumur yang ada di depan rumahnya yang saat ini masih bisa dimanfaatkan dan dibagi kepada warga lain di sekitar rumah Muhammad. 

Sementara waktu, warga di Bayur dipaksa untuk menghemat penggunaan air, mengingat sumber air yang terbatas di musim kemarau. Terlebih Pamsimas di kawasan tersebut sudah tak bisa berfungsi.

Kendati demikian, pihak kecamatan dan Polsek Awayan menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan ancaman kekeringan di Bayur. 

Kapolsek Awayan, Ipda Lulus Pribadi menyarankan warga untuk menghubungi 110 untuk layanan aduan kebutuhan air ke Polres Balangan. Nantinya jajaran Polres Balangan bersama Polsek Awayan akan memfasilitasi pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki. 

Saat distribusi air ke permukiman Bayur ini, warga ujar Ipda Lulus diminta menyiapkan tempat untuk penampungan air. Sehingga kebutuhan air tetap tercukupi. 

Sementara pihak kecamatan juga akan menindaklanjuti laporan warga terkait kekeringan tersebut. 

Camat Awayan, Muhammad yang meninjau langsung ke Bayur, memahami kondisi warga yang mulai mengalami kekurangan air. 

Pihaknya akan mengusulkan sumur bor dan optimalisasi sumur gali saat Musrenbang nantinya. Selain itu juga akan mengusulkan tandon air dan jirigen saat rapat koordinasi penanganan krisis air bersih.

"Kami juga akan mengusulkan revitalisasi sungai dan bronjong, sehingga diharapkan ke depannya program tersebut mampu menangani ancaman kekeringan yang menjadi kekhawatiran warga," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.