TRIBUNBENGKULU.COM - Inilah profil dokter kandungan berinisial MI, Sp.OG yang sedang menjadi sorotan di media sosial.
Dokter kandungan tersebut mengirimkan pesan langsung atau direct message (DM) Instagram kepada selebgram Leonakanza.
Ia diketahui bertugas sebagai dokter di RSUD Lebong.
Ia juga diketahui menjadi bagian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lebong.
Selain bertugas di RSUD Lebong, dokter MI diketahui baru mulai membuka praktik di Kirana Clinic Curup sejak Juli 2026.
Namun, setelah kabar ini viral, Dokter MI dinonaktifkan sementara.
Keputusan tersebut disampaikan manajemen Kirana Clinic melalui surat klarifikasi bernomor 1184/SKM/KC/IX/2026 tertanggal 2 September 2026.
Surat itu ditandatangani Direktur Kirana Clinic, dr. Ridiya Nandasari, Sp.DVE, FINSDV.
Dalam surat tersebut, manajemen menyebut persoalan yang berkembang di media sosial berkaitan dengan percakapan pribadi antara akun Instagram @iballmd dengan akun Instagram @leonakanza_17.
Manajemen menegaskan percakapan tersebut terjadi di luar lingkungan proses pelayanan kesehatan di Kirana Clinic.
"Manajemen menyatakan bahwa permasalahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh Saudara dokter MI tersebut merupakan percakapan yang sifatnya pribadi dan terjadi di luar lingkungan proses pelayanan kesehatan di Kirana Clinic," demikian tertulis dalam surat klarifikasi manajemen.
Meski demikian, pihak klinik mengaku telah meminta dokter yang bersangkutan memberikan klarifikasi secara personal terkait persoalan yang berkembang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab profesi agar persoalan yang beredar dapat dijelaskan.
Kirana Clinic juga menyatakan telah mengambil tindakan terhadap dokter tersebut.
"Penugasan dr. Muhammad Iqbal, Sp.OG di Kirana Clinic kami nonaktifkan sampai batas waktu yang belum ditentukan," tulis manajemen.
Selain itu, Kirana Clinic menegaskan tetap berkomitmen menjaga integritas, profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kirana Clinic berkomitmen penuh untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas layanan bagi seluruh masyarakat," tulis pihak klinik.
Manajemen Kirana Clinic juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat persoalan tersebut.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat situasi ini," tulisnya.
Pihak klinik berharap klarifikasi tersebut bisa memberikan kejelasan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
"Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan situasi yang berkembang dan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terkait," tulis Kirana Clinic.
Dalam keterangannya, dr. MI menyatakan tidak melakukan pesan pribadi atau pelecehan verbal melalui Instagram kepada akun @leonakanza_17 pada 19 Desember 2025 pukul 08.10 WIB.
Ia juga membantah melakukan hal serupa pada 12 Februari 2026 pukul 21.11 WIB dan 30 Agustus 2026 pukul 19.48 WIB.
Menurutnya, pada waktu-waktu tersebut dirinya sedang menjalankan tugas sebagai dokter dan berada di RSUD Lebong.
Untuk waktu 19 Desember 2025 pukul 08.10 WIB, ia menyebut sedang menjalankan pelayanan di poliklinik kandungan RSUD Lebong.
"Pada tanggal 19 Desember 2025 pukul 08.10, saya faktanya sedang mengisi poliklinik kandungan RSUD Lebong,"ungkapnya dalam keterangan yang disampaikan.
Sementara pada 12 Februari 2026 pukul 21.11 WIB, dr. MI menyebut dirinya masih berada di RSUD Lebong untuk menangani pasien.
"Pada tanggal 12 Februari 2026 pukul 21.11, faktanya masih berada di RSUD Lebong memeriksa pasien PONEK yang baru dan dilanjutkan hingga tindakan operatif,"jelasnya.
Kemudian untuk waktu 30 Agustus 2026 pukul 19.48 WIB, ia menyebut masih berada di ruang operasi.
"Pada tanggal 30 Agustus 2026 pukul 19.48, faktanya saya masih berada di ruang operasi, karena baru selesai melakukan tindakan operasi SC," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam perkembangan kasus tersebut, pihak dokter juga disebut menyatakan bahwa akun Instagram miliknya telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com menyebut dr. MI bahkan telah menggandeng pengacara. Bahkan juga ada informasi, dari pihak dokter dan pengacaranya juga berupaya berkomunikasi langsung dengan pihak selebgram.
Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti informasi tersebut.
Direktur RSUD Lebong, dr. Meinoffiandi Leswin, mengatakan pihak manajemen masih menindaklanjuti informasi viral yang menyeret nama dokter tersebut.
Pihak rumah sakit masih melakukan pembahasan di tingkat manajemen dan menindaklanjuti klarifikasi langsung dari dr. MI.
"Terkait hal itu, sedang kita rapatkan dan menjadi pembahasan di manajemen,"kata dr. Meinoffiandi.
Ia menegaskan, RSUD Lebong belum menentukan sikap maupun sanksi terhadap dokter tersebut.
Menurutnya, pihak rumah sakit tidak ingin gegabah mengambil keputusan karena dr.MI berkaitan dengan pelayanan terhadap pasien yang jumlahnya cukup banyak.
Namun, apabila setelah proses klarifikasi dan penelusuran memang ditemukan adanya pelanggaran, pihak rumah sakit menyatakan akan mengambil tindakan sesuai ketentuan.
"Jika memang ia melakukan perbuatan itu, maka tentu ada sanksinya. Namun sekarang belum bisa gegabah, karena menyangkut pelayanan terhadap pasien yang sudah banyak,"ujarnya.
Dr. Meinoffiandi memastikan RSUD Lebong akan segera mengambil langkah setelah proses pembahasan dan klarifikasi dilakukan.
"Namun yang jelas, secepatnya akan ada tindakan dari RSUD Lebong. Secepatnya kita kabarin," tegasnya.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang selebgram dengan username Instagram Leonakanza mengunggah tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari akun media sosial seorang dokter kandungan.
Leonakanza diketahui memiliki sekitar 136 ribu pengikut di Instagram.
Dalam tangkapan layar yang diunggah melalui Instagram Story, terlihat adanya pesan yang disebut dikirim sebanyak dua kali.
Pesan pertama disebut dikirim pada Desember 2025, sementara pesan lainnya dikirim baru-baru ini.
Leonakanza mempersoalkan salah satu pesan yang berisi komentar mengenai bagian tubuhnya sekaligus meminta nomor kontak.
Setelah tangkapan layar percakapan tersebut diunggah, akun Instagram yang disebut milik dokter tersebut kemudian tidak lagi ditemukan.
Dokter itu diketahui bekerja di salah satu rumah sakit di Kabupaten Lebong dan juga disebut bekerja di Kirana Clinic, Kabupaten Rejang Lebong.
Dokter tersebut diketahui merupakan dokter obgyn (dokter spesialis obstetri dan ginekologi) atau dokter kandungan.
Dalam unggahan Leonakanza, dokter tersebut disebut dengan gelar Sp.OG.
Selebgram Pertanyakan Klaim Akun Diretas
Persoalan kembali menjadi sorotan setelah Leonakanza mengunggah Instagram Story pada Selasa (1/9/2026).
Dalam unggahan tersebut, Leonakanza mengatakan hingga saat itu belum ada komunikasi langsung dari dokter yang disebut mengirim pesan kepadanya.
Ia juga mempertanyakan klaim bahwa akun Instagram dokter tersebut diretas.
"Sampai detik ini belum ada dari pihak dr yang menghubungi saya. Kalau memang di-hack kenapa hari pas ngechat saya masih bisa bikin IGS dan bahkan besoknya juga masih bikin IGS," tulis Leonakanza dalam story-nya.
Leonakanza juga menyebut akun yang diduga milik dokter tersebut sempat melihat Instagram Story miliknya setelah tangkapan layar percakapan diunggah.
Namun menurut dia, akun tersebut kemudian menghilang.
"Setelah saya up chat di IGS saya, dia ada lihat tapi langsung menghilang IG-nya," tulisnya.
Menurut Leonakanza, sebenarnya masih ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk memberikan klarifikasi jika akun tersebut benar-benar diretas.
Klarifikasi, kata dia, bisa disampaikan melalui akun media sosial lain maupun dengan menghubunginya secara langsung.
"Banyak banget sebenernya celah untuk mengklarifikasi," tulisnya.
Leonakanza juga menilai persoalan tersebut bisa berdampak terhadap tempat dokter tersebut bekerja.
"Lah ini malah terkesan menghindar dari permasalahan yang dia buat. Bahkan tempat kerjanya dia sendiri dirugikan loh," tulisnya.