Kebakaran di Tanjungpinang, Cerita Detik-detik Api Mulai Menjalar dan Karyawan Panik Selamatkan Diri
Eko Setiawan September 02, 2026 09:37 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG  - Maman alias Aman, salah satu pekerja di gudang barang bekas yang terbakar, terlihat gemetar saat menceritakan detik-detik awal terjadinya kebakaran di Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (2/9/2026).

Dia dan teman-temannya memilih kabur dari lokasi untuk menyelamatkan diri agar tidak menjadi korban dalam musibah kebakaran tersebut.

Saat dimintai keterangan, wajahnya pucat dan nada bicara gugup, menyisakan rasa takut mendalam yang dirasakannya.

Gerak gerik pria 41 tahun itu sedikit kaku. Dia sesekali mengusap kepalanya.

Dia berdiri tegap diantara barang bekas lain sembari melihat ke arah titik api.

Dia seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. 

Sebelum kebakaran hebat kala itu hanya Aman dan admin di dalam gudang tersebut. 

Suasana siang itu memang terasa sangat panas. Tiba-tiba saja percikan api muncul dari kabel listrik, diduga akibat korsleting.

KEBAKARAN - Maman alias Aman, salah satu pekerja di gudang barang bekas yang terbakar, terlihat gemetar saat menceritakan detik-detik awal terjadinya kebakaran di Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (2/9/2026).
KEBAKARAN - Maman alias Aman, salah satu pekerja di gudang barang bekas yang terbakar, terlihat gemetar saat menceritakan detik-detik awal terjadinya kebakaran di Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (2/9/2026). (Tribun Batam/Ronnye Lodo Laleng)


 
"Percikan api dari kabel langsung menyambar dus-dus bekas yang ada di dekatnya. Saya sempat menyiram dengan air seadanya pakai ember, tapi api sudah terlalu cepat menjalar," kata Aman lemas.
 
Isi gudang berupa tumpukan barang bekas seperti plastik, botol galon, dan bahan mudah terbakar lainnya membuat api semakin meluas. 

Gudang tersebut selama ini digunakan untuk menampung barang bekas. Di sana barang bekas itu diolah dan di jual lagi dalam jumlah besar.

Semakin panasnya udara siang itu membuat kobaran api makin besar dan sulit dikendalikan.
 
Aman mengaku, selama dua tahun bekerja di gudang tersebut, kejadian seperti ini bukan kali pertama. 

Beberapa kali sebelumnya, percikan api sempat muncul, bahkan pernah aki meledak sendiri saat jam istirahat dan selalu berhasil ia padamkan sendiri. Namun kali ini berbeda.

Baca juga: Kebakaran di Tanjungpinang Bikin Cemas, Pemilik Gudang Datangkan Alat Berat Buat Mudahkan Pemadaman

"Saya sudah dua tahun kerja di sini. Sering terjadi hampir terbakar, tapi selalu bisa saya padamkan," akunya.
 
Melihat api sudah tak terkendali, Aman langsung berteriak meminta tolong. 

Ada tujuh pekerja yang sedang bertugas di area gudang, beberapa di antaranya sedang beristirahat.

Teriakan Aman membangunkan mereka, dan semuanya langsung bergegas menyelamatkan diri keluar dari bangunan yang mulai dilalap si jago merah itu.
 
"Saya berteriak tolong-tolong! Karyawan yang sedang tidur langsung terbangun dan kami semua lari menyelamatkan diri. Tidak sempat mengambil barang apa pun," bebernya. 
 
Kini, bangunan gudang itu tinggal puing-puing hangus. 

Aman dan rekan-rekannya hanya bisa berdiri memandang dari kejauhan, menyaksikan bangunan yang sudah rata dengan tanah.

Bangunan gudang itu terbuat dari seng dan kayu.

Mulai dari atap dan dinding pada umumnya menggunakan seng.

Kini api tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.