Macet Jalur Ketapang Banyuwangi hingga 12 Km, ASDP Kerahkan 25 Kapal Besar untuk Urai Antrean
Dwi Prastika September 02, 2026 10:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Aflahul Abidin

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Kemacetan di Jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai 12 kilometer pada Rabu (2/9/2026).

Untuk mengurai antrean kendaraan, ASDP Ketapang mengoperasikan 25 kapal berkapasitas besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk Bali, termasuk tiga kapal bantuan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, pengoperasian kapal berkapasitas besar menjadi salah satu langkah percepatan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.

ASDP juga menerapkan pengaturan pola operasi guna mempercepat pergerakan kendaraan selama pekerjaan peningkatan kapasitas sejumlah dermaga masih berlangsung.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah dinamika operasional yang terjadi. Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan," kata Heru Widodo, Rabu (2/9/2026).

ASDP juga mengevaluasi layanan pada lintasan tersebut agar semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya.

Saat ini, sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Jumlah itu termasuk tiga kapal bantuan.

Baca juga: Usai 2 Kapal Terbakar, KSOP Tanjungwangi Keluarkan Imbauan Keselamatan untuk Lintas Jawa-Bali

"Optimalisasi tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sebagai langkah percepatan untuk meningkatkan kapasitas layanan di tengah kondisi operasional yang dinamis," katanya.

Ia menyebut, kemacetan yang terjadi tidak terlepas dari adanya pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton.

Peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Selama proses pengerjaan berlangsung, kapasitas layanan dermaga belum dapat beroperasi secara penuh seperti kondisi normal.

Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat melayani hingga 28 kapal.

Oleh karena itu, pengaturan pola operasi dan optimalisasi kapal menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode pekerjaan berlangsung.

Baca juga: Cuaca Buruk Buat Penyeberangan Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali Dibuka-Tutup Selama 3 Hari

Skema TBB

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan, penguatan langkah operasional dilakukan di lapangan.

Tiga kapal bantuan dioperasikan dengan menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu sandar kapal. 

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap.

“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM. Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap,” jelas Media.

ASDP juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dari kondisi normal. 

Media memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tidak perlu khawatir apabila terjadi penyesuaian waktu keberangkatan akibat kondisi kepadatan.

Dalam kondisi force majeure, tiket yang telah dimiliki pengguna jasa tetap akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memahami kondisi ini dapat berdampak pada perjalanan masyarakat. Karena itu, kami meminta pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat kondisi ini,” tambah Media.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.