TRIBUN-MEDAN.com - Jasad seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah polisi membongkar misteri sebuah tas merah tanpa pemilik yang ditinggalkan di dalam kereta.
Penemuan tersebut mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Hayathun Nisha, 38, yang diduga tewas di tangan orang terdekatnya.
Dikutip dari Mstar, Rabu (2/9/2026), wanita tersebut diduga dibunuh oleh kekasihnya, Manik Uddin Laskar, 22, bersama istri Manik, Bhagabati Majhi.
Kasus tersebut bermula dari penemuan sebuah tas koper berwarna merah yang ditinggalkan di gerbong kelas biasa Tamil Nadu Express di Stasiun Kereta Api Agra Cantonment. Saat itu, kereta diketahui sedang melakukan perjalanan dari Chennai Central menuju New Delhi pada 3 Agustus lalu.
Keberadaan tas tersebut awalnya tidak diketahui pemiliknya. Dua hari setelah ditinggalkan, polisi kereta api memeriksa tas koper tersebut. Pemeriksaan kemudian mengungkap temuan mengerikan berupa potongan-potongan tubuh manusia di dalamnya.
Penemuan itu langsung memicu penyelidikan. Polisi kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di Chennai Central dan sejumlah stasiun lain di sepanjang jalur perjalanan kereta.
Dari rekaman tersebut, penyidik melihat seorang pria dan seorang wanita membawa tas koper berwarna merah yang kemudian ditemukan tanpa pemilik tersebut. Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk bagi polisi untuk menelusuri pergerakan keduanya.
Penyelidikan kemudian diarahkan hingga ke wilayah Guduvanchery. Polisi juga menggunakan data telepon seluler dan bukti teknis lainnya untuk melacak keberadaan orang-orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Dari penyelidikan tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi Manik Uddin Laskar, 22, serta istrinya, Bhagabati Majhi. Keduanya kemudian ditemukan di Kashimpur, Distrik Jiribam, Manipur, pada Sabtu.
Pasangan tersebut ditangkap dan dibawa ke Guduvanchery pada hari berikutnya untuk membantu proses penyelidikan. Polisi selanjutnya memperoleh informasi yang mengarahkan mereka ke sebuah rumah kontrakan di Mosque Street, Guduvanchery.
Rumah tersebut diketahui merupakan tempat yang ditempati Nisha. Setelah mendatangi lokasi tersebut, polisi kembali menemukan bagian tubuh korban. Kali ini, potongan tubuh manusia ditemukan di dalam sebuah panci berukuran besar.
Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa korban merupakan Nisha. Polisi kemudian mendalami hubungan antara Nisha dan Manik untuk mengetahui motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Nisha diduga sedang hamil ketika peristiwa tersebut terjadi. Ia juga disebut menolak untuk menggugurkan kandungannya.
Selain itu, Nisha dikatakan berulang kali mendesak Manik agar menikahinya. Desakan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab keduanya kerap terlibat pertengkaran.
Kondisi hubungan tersebut kemudian membuat polisi mencurigai Manik dan istrinya telah merencanakan pembunuhan terhadap Nisha. Setelah korban diduga dibunuh, tubuhnya kemudian dipotong-potong.
Polisi juga memperoleh keterangan dari pasangan tersebut mengenai kondisi kepala korban. Saat menjalani pemeriksaan, keduanya diduga mengatakan bahwa kepala Nisha dicukur setelah dipisahkan dari tubuhnya.
Kepala tersebut pada awalnya disebut hendak dimasukkan ke dalam tas koper yang sama. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena bagian tubuh tersebut tidak muat di dalam tas.
Pasangan itu kemudian diduga mengambil tindakan lain dengan menghancurkan bagian tersebut menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Tindakan itu diduga dilakukan untuk memudahkan proses memasukkannya ke dalam tas sekaligus menyulitkan pihak berwenang dalam mengidentifikasi korban.
Sementara itu, sebagian anggota tubuh Nisha lainnya ditemukan di dalam tas koper merah yang sebelumnya ditinggalkan di kereta Tamil Nadu Express. Temuan potongan tubuh di dalam tas tersebut menjadi awal terungkapnya kasus yang kemudian membawa polisi kepada rumah kontrakan di Guduvanchery.
Polisi selanjutnya membawa Manik dan Bhagabati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa Nisha.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan temuan tas koper tanpa pemilik. Rekaman CCTV, data telepon seluler, serta bukti teknis lainnya menjadi petunjuk yang digunakan untuk menelusuri pergerakan dua orang yang membawa tas tersebut.
Dari penelusuran itu, polisi akhirnya menemukan keterkaitan dengan Manik dan Bhagabati hingga keduanya ditangkap di Kashimpur, Distrik Jiribam, Manipur.
Penyelidikan kemudian berlanjut di rumah kontrakan yang pernah ditempati Nisha di Mosque Street, Guduvanchery. Di tempat tersebut, polisi kembali menemukan potongan tubuh manusia yang disimpan di dalam panci berukuran besar.
Hingga tahap penyelidikan tersebut, polisi menduga Nisha menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya bersama istri pria tersebut. Dugaan motifnya berkaitan dengan kehamilan Nisha dan desakannya kepada Manik untuk menikah, setelah korban menolak menggugurkan kandungannya.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan perencanaan pembunuhan, pemotongan tubuh korban, hingga upaya membawa sebagian tubuh Nisha menggunakan tas koper merah yang kemudian ditemukan di dalam kereta.
(cr31/tribun-medan.com)