Belajar dari Kecepatan dan Inovasi China, AMA Chapter Medan Gelar Member Gathering
Eti Wahyuni September 02, 2026 10:53 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Chapter Medan kembali menggelar agenda rutin bulanan yang mempertemukan pelaku usaha dan profesional untuk berbagi wawasan, gagasan hingga memperluas jejaring, Senin (31/8/2026).

Pertemuan kali ini mengangkat tema ‘Breakthrough or Be Left Behind: Bagaimana Pebisnis Indonesia Bisa Belajar dari Kecepatan China, Inovasi, dan Membangun Ekosistem’.

Ketua AMA Chapter Medan, Leo Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi agenda yang secara rutin digelar setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.

“Jadi, seperti tadi disebutkan bahwasanya AMA Dinner Gathering ini merupakan agenda rutin yang kami adakan setiap bulan. Selalu ada yang sharing-sharing, bisa dari Jakarta, nasional, bisa juga sesama member,” kata Leo.

Pada pertemuan kali ini, AMA Chapter Medan menghadirkan Tommy Siawira sebagai narasumber.

Leo menyebut, kehadiran Tommy cukup istimewa karena dikenal sebagai salah satu pembicara nasional yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan organisasi dan pendampingan perusahaan.

Baca juga: Setoran Pajak Restorannya Mencurigakan, Managemen Hotel ThongInn Gelagapan hadapi PANSUS PAD

“Pak Tommy juga sudah dan masih menjadi pendamping banyak perusahaan, melakukan breakthrough di organisasinya sampai era AI saat ini. Termasuk perusahaan-perusahaan di Medan,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, AMA Chapter Medan ingin membuka ruang bagi anggotanya untuk tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga bertukar gagasan dan membangun jejaring yang dapat diterapkan dalam dunia usaha.

Terlebih, menurut Tommy, perubahan dalam dunia bisnis di era AI saat ini berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi agar keunggulan yang dimiliki dapat dipertahankan.

“Kita ketahui bahwasanya sekarang ini memang kita dalam era yang pergerakan perubahannya super cepat. Kalau kita lihat, hari ini ada perusahaan yang unggul dari perusahaan yang lain. Besok-besok bisa jadi tertinggal kalau tidak berani mengambil langkah-langkah untuk melakukan perubahan,” katanya.

Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini juga mengajak para peserta melihat perkembangan dunia bisnis era AI di China sebagai salah satu bahan pembelajaran.

Menurut Tommy, kekuatan China tidak hanya berasal dari besarnya pasar. Keberanian melakukan inovasi secara berkelanjutan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan pelaku usaha Indonesia.

“Kita lihat kalau di China, mereka itu bukan hanya market-nya besar, tetapi pemerintahnya itu berani dengan tegas memutuskan untuk melakukan inovasi yang tiada henti,” ujarnya.

Selain inovasi, pembangunan ekosistem dan penguatan jejaring menjadi hal yang dinilai penting. Leo menyoroti bagaimana pemerintah, industri hingga talenta dapat saling terhubung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Memperkuat jejaringnya supaya itu lebih bisa membangun perekonomian di negaranya. Jadi, tautan yang sangat kuat antara pemerintah, industri, kemudian para talenta,” ungkapnya.

Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Melalui pertemuan rutin, AMA Chapter Medan ingin berbagai pembelajaran dari perkembangan global dapat diterjemahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan industri di Sumatera Utara, bukan sebatas forum diskusi.

“Sebagai Asosiasi Manajemen di Indonesia, AMA ini tidak hanya diskusi-diskusi, omon-omon. Tetapi sebenarnya secara moral kita juga punya tugas untuk bagaimana menerjemahkan pembelajaran global ini untuk kemudian bisa kita terapkan di industri-industri di Sumatera Utara,” kata Ketua AMA Chapter Medan, Leo Wijaya.

Karena itu, ia mendorong peserta memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai ruang untuk saling bertukar pemikiran sekaligus membangun jaringan dengan sesama pelaku usaha dan profesional.

“Silakan Bapak-Ibu memanfaatkan momen dan forum ini untuk kita berkumpul, sharing idea, berjejaring, untuk kemudian kita juga bisa mengambil apa yang disampaikan oleh Pak Tommy nanti menjadi inspirasi-inspirasi dan guidance bagi kita,” ujarnya.

Leo berharap wawasan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut nantinya dapat diterapkan peserta di perusahaan maupun organisasi masing-masing.

“Untuk kita terapkan di industri, perusahaan, maupun organisasi di mana kita berada, sehingga ini kita bisa memajukan, terkhusus Kota Medan dan Sumatera Utara,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.