SURYA.CO.ID NGANJUK - Sejumlah siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami gangguan kesehatan hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026). Para siswa mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, pusing, dan muntah.
Sekolah yang berada di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, itu mendadak dipadati ambulans yang keluar-masuk membawa siswa untuk mendapatkan penanganan medis.
Pantauan di lokasi, ambulans dengan sirine terdengar lalu-lalang mendatangi SMAN 3 Nganjuk. Satu per satu siswa diangkut menuju fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Nganjuk di Kelurahan Begadung.
Jarak antara sekolah dan puskesmas tersebut hanya sekitar 100 meter. Saat dibawa menuju ambulans, sejumlah siswa tampak terkulai lemas.
Baca juga: Pemprov Jatim Panggil Pemilik Dapur MBG Usai 566 Orang Diduga Keracunan di Sidoarjo
Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, mengatakan makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah makanan dibagikan, para siswa kemudian dipersilakan untuk menyantapnya.
"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan," katanya.
Namun, gejala gangguan kesehatan tidak langsung dirasakan siswa setelah menyantap makanan tersebut. Keluhan mulai muncul beberapa jam kemudian.
"Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah," sebutnya.
Andik menjelaskan, menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari tersebut terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan telur dadar.
Baca juga: 35 Santri Mambaul Hikam Kembali Dibawa ke RS, Total 566 Diduga Keracunan MBG
Selain makanan utama, dalam ompreng juga terdapat potongan semangka dan acar.
Meski sejumlah siswa mengalami gejala setelah menyantap makanan tersebut, pihak sekolah belum dapat memastikan makanan yang menjadi penyebab gangguan kesehatan.
"Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan," ujarnya.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat. Dugaan keracunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab dan kaitannya dengan menu MBG yang dikonsumsi para siswa.