Destry Damayanti Resmi Gubernur BI 2026-2031, Prioritaskan Stabilitas Ekonomi
Tribun-video September 02, 2026 11:42 PM

TRIBUN-VIDEO — Destry Damayanti resmi menjabat Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 setelah dilantik di hadapan hakim Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).

Stabilitas ekonomi menjadi salah satu prioritas utama Destry dalam memimpin bank sentral lima tahun ke depan.

Pelantikan Destry ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin Hakim Mahkamah Agung Sunarto.

Pengangkatan Destry ditetapkan Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 yang ditetapkan pada 1 September 2026.

Dalam keputusan tersebut, Presiden juga mengangkat Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.

Dalam sumpahnya, Destry berjanji menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Gubernur BI dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Ia juga menyatakan tidak akan memberikan atau menerima pemberian maupun janji dari pihak mana pun yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.

Usai pelantikan, Destry mengatakan arah kebijakan BI ke depan akan berpegang pada prinsip 3I plus S, yakni impactful, inklusif, integratif, dan sinergi.

Prinsip tersebut akan diwujudkan melalui penguatan sinergi Merah Putih, terutama bersama pemerintah dan kementerian/lembaga terkait.

"Kami tentunya juga ke depan akan terus memfokuskan kebijakan-kebijakan kami yang akan memenuhi prinsip 3I plus S paling tidak. Yang pertama adalah kebijakan yang bersifat impactful, kemudian juga yang bersifat inklusif dan juga yang integratif. Dan semua ini akan bisa tercapai melalui sinergi merah-putih yang akan terus menjadi pegangan bagi kami untuk menuju Indonesia maju yang makin baik," kata Destry usai menjalani pelantikan di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Destry juga menyoroti kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Menurut dia, gejolak ekonomi global tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan BI dalam menentukan kebijakan, terutama dalam jangka pendek.

Destry juga menegaskan, menjaga stabilitas ekonomi akan menjadi prioritas utama BI.

"Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami karena tentunya dengan kita memiliki ekonomi yang stabil tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas," tegas dia.

Destry menekankan upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak bisa dilakukan BI seorang diri.

Menurut dia, diperlukan kerja sama dengan pemerintah serta kementerian dan lembaga terkait, terutama dalam menangani persoalan domestik seperti inflasi.

Ia mengatakan, BI akan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengendalikan inflasi yang masih menjadi salah satu pekerjaan rumah.

"Jadi tidak dengan Bank Indonesia sendiri, kita bisa mengajak tentunya bersama dengan tadi sinergi merah-putih itu khususnya juga dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi yang itu tentu akan menjadi PR bagi kita, bagi kami di Bank Indonesia dengan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait," papar Destry.

Selain menjaga stabilitas, Destry mengatakan BI juga memiliki mandat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan amanah dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.

Destry mengatakan BI juga akan berupaya menciptakan iklim ekonomi yang kondusif sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

"Tentu ini akan kami wujudkan juga dalam kebijakan dan tentunya akan terus bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya karena ini menjadi PR kita bersama," ucap dia.

Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.