Pemkot Serang Buka Peluang Pelatihan Vokasi, Kelurahan Bisa Usulkan Potensi Wilaya
Abdul Rosid September 03, 2026 12:15 AM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membuka peluang bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan vokasi yang diselenggarakan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP).

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, mengatakan program tersebut mencakup sejumlah pelatihan vokasi, pemagangan nasional hingga tailor-made training yang merupakan bagian dari program strategis nasional.

Ia menyampaikan sosialisasi program pelatihan tersebut dilakukan dengan melibatkan lurah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Baca juga: Cara Cek Pencairan BPNT Rp600.000 September 2026 Pakai NIK KTP, Mudah dan Cepat

"Jadi lurah menjadi ujung tombak untuk menginformasikan kepada warganya supaya mengikuti banyak program pelatihan," kata Nafis, Rabu (2/9/2026).

Nafis menjelaskan setiap kelurahan di Kota Serang dapat mengusulkan jenis pelatihan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Sebagai tahap awal, satu kelurahan dapat mengajukan satu kelas pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang.

"Misalnya di daerah tersebut ada potensi kerajinan anyaman, itu bisa diajukan ke BBVP atau melalui kami di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi," ujarnya.

Nafis menyebut jenis pelatihan yang tersedia cukup beragam. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu mengusulkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maupun potensi ekonomi di wilayahnya.

"Banyak. Pokoknya coba diajukan saja, apapun pelatihannya insya Allah di BBVP ada," ucap Nafis.

Untuk mengikuti pelatihan, warga nantinya dikoordinasikan oleh pihak kelurahan. Setelah terkumpul 16 calon peserta untuk satu jenis pelatihan, kelurahan dapat mengajukan proposal kepada BBVP.

Nafis mengatakan format proposal pengajuan telah disediakan sehingga pihak kelurahan cukup menyesuaikannya dengan kebutuhan pelatihan yang diajukan.

Setelah proposal diajukan, BBVP akan melakukan verifikasi proposal dan lapangan sebelum menentukan jadwal pelaksanaan pelatihan.

"Kalau sudah ada 16 orang, tinggal nanti diajukan proposal pengajuan pelatihannya yang sudah diberikan. Contoh proposalnya sudah ada, tinggal copy paste saja," jelasnya.

Ia menambahkan lokasi pelatihan bersifat fleksibel. Pelatihan dapat dilaksanakan di BBVP maupun di lokasi yang tersedia di kelurahan, selama tempat tersebut memenuhi kebutuhan kegiatan.

Sementara untuk pelatihan yang membutuhkan peralatan khusus, pelaksanaan dapat dilakukan di BBVP yang memiliki fasilitas dan mesin pendukung.

"Kalau misalnya di Kelurahan Walantaka ada pabrik yang membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian las, sepertinya tidak mungkin dilaksanakan di kelurahan. Maka itu bisa dilaksanakan di BBVP karena alat dan mesinnya ada di sana," ungkapnya.

Nafis memastikan pendaftaran program pelatihan tersebut tidak dibatasi dalam waktu singkat. Pengajuan dapat dilakukan secara bertahap dan akan diproses setelah melalui verifikasi.

"Pendaftaran sih terus dibuka. Sebetulnya kan sambil berjalan," singkatnya.

Ia menjelaskan apabila pengajuan dilakukan dalam satu minggu, selanjutnya akan dilakukan verifikasi proposal dan verifikasi lapangan. Setelah proses tersebut selesai, pelatihan dapat segera dijadwalkan. Program tersebut ditargetkan tetap berjalan hingga berakhirnya anggaran tahun 2026.

Pemkot Kota Serang menargetkan sebanyak 2.000 warga dapat memanfaatkan program pelatihan vokasi tersebut.

Sejumlah pelatihan bahkan telah disiapkan dan dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026. 

Di antaranya pelatihan bahasa Mandarin yang direncanakan dimulai pada 14 September, serta pelatihan ekskavator, buldoser, barista dan manual brewing.

Selain melalui kelurahan, Disnakertrans juga menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) l yang ada di Kota Serang.

"Program BBVP bisa disalurkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja yang ada di Kota Serang dengan melibatkan peserta yang ada di Kota Serang," ujarnya.

Meski demikian, Nafis mengakui masih terdapat tantangan dalam memastikan peserta yang telah mendaftar benar-benar mengikuti proses pelatihan.

Ia mencontohkan dari sekitar 200 orang yang mendaftar secara daring pada program sebelumnya, hanya sekitar 100 orang yang hadir ketika memasuki tahap wawancara.

"Yang daftar online-nya 200, tapi kemudian untuk yang dilakukan interview, paling yang datang juga cuma 100," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.