Sungai Silugonggo Mengering, Ikan-Ikan Mati, Warga Pati Terancam Krisis Air
Arief Pramono September 03, 2026 01:00 AM

Liputan6.com, Pati - Pemandangan memilukan terlihat di Sungai Silugonggo atau yang dikenal sebagai Sungai Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di tengah kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut, sungai yang biasanya dialiri air kini mengering total.

Dasar sungai terbesar yang membelah wilayah Bumi Mina Tani- sebutan lain Kabupaten Pati ini, berubah menjadi hamparan tanah tandus. Pemandangan memilukan juga terlihat dari matinya jutaan ikan yang terdampar di antara retakan tanah yang mengering.

Kondisi memprihatinkan itu viral di media sosial dan mengundang perhatian warga. Sejumlah masyarakat bahkan datang langsung ke lokasi. Mereka penasaran dan ingin melihat dari dekat kondisi Sungai Silugonggo yang mendadak kehilangan aliran airnya.

Sungai yang selama ini menjadi salah satu tumpuan masyarakat Kabupaten Pati untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, kini menyisakan pemandangan memilukan.

Dari pantauan Liputan6.com pada Selasa (1/9/2026), dasar sungai yang kering dipenuhi tumpukan bangkai ikan. Selain itu, menebarkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Jutaan tumpukan bangkai ikan yang ditemukan itu, didominasi jenis ikan sapu-sapu. Ribuan hingga jutaan ikan terlihat mati, dan memenuhi permukaan tanah di dasar Sungai Silugonggo yang mengering.

Pemandangan tersebut terlihat jelas di sekitar Bendungan Karet, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Di lokasi itu, aliran sungai nyaris tidak menyisakan genangan air.

Kabar mengeringnya Sungai Juwana pun, membuat warga dari berbagai wilayah berdatangan. Mereka penasaran melihat kondisi sungai yang selama ini dikenal memiliki debit air cukup besar.

Salah satunya Bagong, warga asal Kecamatan Margorejo Pati. Ia mengaku sengaja mendatangi lokasi, setelah melihat unggahan di media sosial mengenai ikan-ikan yang mati akibat Sungai Silugonggo mengering.

"Dari Margorejo saya. Sebelumnya tahu (Sungai Silugonggo Kering) dari postingan media sosial, terus ke sini lihat karena penasaran. Di sini biasanya airnya banyak dan biasanya tidak sampai seperti ini," ujar Bagong saat ditemui di lokasi.

 

Krisis Air Ancam Warga

Kondisi Sungai Silugonggo Pati mengering akibat kemarau ekstrim dan dipenuhi bangkai ikan. (Liputan6.com/ Arief Pramono)
Kondisi Sungai Silugonggo Pati mengering akibat kemarau ekstrim dan dipenuhi bangkai ikan. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Mengeringnya Sungai Silugonggo tidak hanya menjadi ancaman bagi ekosistem perairan. Tumpukan bangkai ikan dan sampah, juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu warga di sekitar sungai.

Lebih dari itu, kekeringan Sungai Juwana mulai dikhawatirkan berdampak langsung terhadap ketersediaan air. Yakni untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat dan aktivitas pertanian.

Selama ini, Sungai Silugonggo menjadi salah satu sumber pasokan untuk embung desa. Serta mendukung kebutuhan irigasi sawah di wilayah sekitar.

Slamet warga lainnya mengatakan, kondisi kekeringan parah dan menyebabkan banyak ikan mati telah berlangsung sekitar satu pekan.

"Silugonggo kondisinya kering sudah sekitar seminggu. Cuaca panas sangat ekstrem, jadinya begini karena tidak ada air. Selain ikan mati, kasihan warga kini kesulitan mendapatkan air, " terangnya.

Tidak hanya itu, ancaman kekeringan juga mulai membayangi para petani yang berada di sepanjang aliran Sungai Silugonggo. Minimnya pasokan air berpotensi menyulitkan petani dalam mengairi lahan pertanian mereka.

Warga pun berharap pemerintah maupun pengelola wilayah sungai, segera mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau yang semakin parah. Salah satu harapannya adalah adanya pasokan air dari waduk lain untuk dialirkan ke Sungai Juwana.

"Kalau musim kemarau ini makin panjang, kasihan para petani di sekitar bendung," tambahnya.

Kekeringan Meluas di Wilayah Pati Kemarau panjang tahun ini, memberikan dampak besar terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Pati.

Kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Silugonggo saja. Namun juga telah meluas ke sejumlah desa.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, terdapat 20 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Pati telah terdampak kekeringan.

Mengeringnya Sungai Silugonggo menjadi salah satu gambaran nyata, betapa seriusnya dampak kemarau terhadap ketersediaan air di Pati.

Kondisi tersebut tidak hanya mengancam keberlangsungan ekosistem sungai, tetapi juga berpotensi mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat dan produktivitas pertanian.

Jika kemarau ekstrem berlangsung lebih lama, tekanan terhadap sumber daya air di Kabupaten Pati dikhawatirkan semakin meningkat.

Warga pun berharap langkah cepat dilakukan agar krisis air tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat serta sektor pertanian dapat ditekan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.