Soal Insiden Peliputan Siswa Keracunan MBG, Dandim Bener Meriah dan Wartawan Sepakat Berdamai
Mawaddatul Husna September 03, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Komandan Kodim (Dandim) 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto menyatakan insiden dugaan intimidasi terhadap Wartawan TribunGayo.com, Bustami merupakan kesalahpahaman dan miskomunikasi di lapangan. 

Peristiwa tersebut terjadi saat peliputan penanganan siswa SD yang diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Rabu (2/9/2026).

​Febry menjelaskan, situasi di lokasi saat itu panik karena petugas medis sedang menangani para korban.

Namun keberadaan personel TNI di puskesmas bertujuan membantu penanganan medis lantaran lokasi puskesmas berdekatan dengan Koramil Timang Gajah, bukan untuk menghalangi kerja jurnalistik.

​"Ini hanya kesalahpahaman di lapangan dan murni miskomunikasi. Tidak ada diskriminasi maupun niat melakukan intimidasi.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami ke depan," ujar Febry.

​Sebagai langkah penyelesaian, pihak Kodim telah memfasilitasi pertemuan antara Bustami dengan personel TNI yang terlibat di salah satu kafe di kawasan Lampahan.

Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Bener Meriah, Riswandika Putra dan Asisten II Setdakab Samusi Purnawira Dade tersebut menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan.

"Hari ini juga kita sudah pertemukan rekan kita Bustami dengan anggota kami. Jadi sudah berdamai.

Harapannya ke depan bisa lebih baik tanpa ada ketersinggungan satu sama lain," kata Dandim.

Ketua PWI Bener Meriah: Insiden Tersebut Jadi Bahan Evaluasi

Sementara itu, Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri, berharap insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kepada wartawan yang sedang bertugas. 

Ia memohon Dandim 0119/Bener Meriah memberikan tindakan tegas atau sanksi internal kepada oknum anggota TNI yang menghalangi peliputan.

​"Harapan kami, anggota yang melarang wartawan saat bertugas dapat diberikan pembinaan atau sanksi sesuai aturan.

Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Bener Meriah," ujar Mashuri.

Menurut Mashuri, wartawan bertugas menghimpun informasi demi kepentingan publik.

Karena itu, komunikasi antara aparat dan insan pers harus terus dijaga guna mencegah kesalahpahaman di lapangan.

​Di sisi lain, ia mengapresiasi respons cepat Dandim Bener Meriah yang langsung memfasilitasi pertemuan antara wartawan dan anggota TNI yang terlibat.

​“Kami mengapresiasi Dandim yang sigap meluruskan persoalan ini. Langkah tersebut penting untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan insan pers,” tambahnya.

​Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama sehingga tugas jurnalistik dan fungsi pengamanan aparat dapat terus berjalan berdampingan dengan baik. 

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, Pemkab Bener Meriah, dan insan pers. (*)

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan MBG, Wartawan Diancam Oknum TNI

Baca juga: Pastikan Seleksi Transparan, Sekda Bener Meriah Tinjau Ujian Makalah JPT Pratama

Baca juga: Cuaca Hari Ini: BMKG Prakirakan Mayoritas Bener Meriah Diguyur Hujan Ringan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.