TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Situasi kemacetan panjang di wilayah Yogyakarta, seperti di kawasan Jalan Kaliurang, Malioboro, hingga area Ring Road saat jam padat kendaraan, seringkali menguji kesabaran para pengemudi.
Lebih dari itu, kondisi jalanan yang menuntut kendaraan merayap atau 'stop and go' berjam-jam ini juga menjadi ujian berat bagi performa mobil tunggangan.
Tak jarang, pengendara mulai merasakan gejala-gejala layaknya getaran abnormal saat kendaraan berhenti, atau ketika pedal gas mulai diinjak kembali.
Meski sering dianggap sepele, terutama pada kendaraan berusia di atas lima tahun, getaran mesin yang terasa semakin kuat, berulang, atau disertai suara asing serta indikator dashboard yang menyala, pantang diabaikan.
Pasalnya, sumber masalah bisa berasal dari sektor mesin, sistem pengereman, kaki-kaki, hingga komponen penggerak, tergantung momen munculnya getaran tersebut.
Banyak pengendara pun memilih tetap memaksakan kendaraan berjalan meski getarannya sudah menghebat, lantaran menganggap mobil masih mampu bergerak.
Padahal, memaksakan kondisi mesin yang bermasalah di tengah kepadatan lalu lintas atau jalanan yang jauh dari pemukiman justru meningkatkan risiko fatalitas kerusakan kendaraan.
Baca juga: Bukan Selalu Soal Gaya Mengemudi, Ini Penyebab Mobil Bisa Makin Boros BBM
CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengungkapkan, pengendara harus cermat menilai apakah kendaraan masih layak digeser ke bengkel terdekat atau sudah membutuhkan penanganan evakuasi darurat di lokasi.
Jika kendaraan memunculkan gejala kehilangan tenaga, suara keras yang tidak wajar, atau getaran yang terlampau hebat, opsi evakuasi menggunakan mobil derek atau towing menjadi pilihan paling aman.
Upaya penanganan darurat saat kendaraan tak lagi bisa dipaksakan melaju kini makin dipermudah dengan kehadiran layanan pendukung seperti Towing Express maupun fasilitas Asisten Darurat dari platform otomotif terpadu Garasi.id.
"Jadi, layanan ini dapat menjangkau evakuasi unit ke bengkel langganan, maupun lokasi yang diinginkan oleh pengguna," ungkapnya, melalui keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Selain risiko mogok akibat problematika teknis mesin, pengendara di jalanan yang cenderung padat, juga sering diintai kendala mendadak lainnya.
Sebut saja aki tekor, ban kempes, kehabisan bahan bakar di tengah jalan, hingga kendala sepele seperti kunci yang tertinggal di dalam kabin.
Ardy menegaskan, persiapan dan ketenangan dalam mengambil keputusan saat terjadi masalah teknis menjadi kunci utama keselamatan berkendara.
"Kendala kendaraan di jalan bisa terjadi kapan saja dan tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, yang penting bukan hanya tahu cara merawat kendaraan, tetapi juga paham kemana harus mencari bantuan ketika masalah terjadi," cetusnya.
"Dengan Asisten Darurat, kami ingin memberikan solusi yang lebih practical agar pengendara tidak perlu bingung mencari bantuan ketika menghadapi kondisi darurat," pungkas Ardy. (*)