Genjot Potensi Investasi Triliunan Rupiah, Ini Sektor yang Diincar
Kamardi Fatih September 02, 2026 11:43 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mematok target investasi sebesar Rp 3,9 triliun sepanjang 2026. Hingga penutupan semester pertama, capaian realisasi investasi yang masuk ke Kota Seribu Sungai ini telah menyentuh angka Rp 1,5 triliun.

Untuk memenuhi sisa target, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPMPTSP) Kota Banjarmasin, gencar melakukan promosi potensi investasi daerah ke luar wilayah. 

Sektor kesehatan pun kini kian dilirik investor luar, hal ini terlihat dari bertambahnya klinik maupun rumah sakit swasta yang dibangun di Kota Seribu Sungai.

Kepala DPMPTSP Banjarmasin, Ari Yani menjelaskan, saat ini rencana pembangunan Rumah Sakit Siloam di kawasan Belitung sedang berproses. 

Pihak investor telah menyelesaikan pembebasan lahan milik warga dan kini mengurus perizinan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

"Bangunan tua di lokasi tersebut rencananya dibongkar karena pertimbangan keamanan struktur bangunan yang sudah terbengkalai puluhan tahun," ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Selain RS Siloam, investor swasta lain juga sedang mencari lahan strategis untuk membangun fasilitas medis khusus cuci darah atau hemodialisis. 

Beberapa opsi lokasi seperti di kawasan Pekapuran hingga Kertak Baru sempat ditawarkan untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat.

 Meski potensi pasar terbilang besar, pemenuhan dokumen perizinan dasar, di antaranta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), masih sering menjadi kendala bagi sebagian pengusaha karena biayanya yang tergolong mahal.

 "Untuk usaha skala besar seperti rumah sakit, Amdal itu wajib ada. Untuk RS Siloam sendiri dokumen Amdal dan pembebasan lahannya sudah selesai, tinggal proses perizinan teknis lahannya saja lagi," terangmya.

Sejumlah proyek strategis lainnya ditawarkan melalui dokumen Investment Project Ready to Offer (IPro), di antaranya pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU), pengembangan kawasan pergudangan di kawasan Basirih, hingga tata kelola destinasi wisata seperti Pulau Insan dan Taman Satwa Jahri Saleh.

 Strategi promosi tersebut dilakukan melalui kerja sama antar daerah dan merangkul jaringan pengusaha muda nasional. Upaya ini untuk menjaring investor yang siap menanamkan modal di Banjarmasin.

 "Kami juga bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di kota-kota seperti Malang, Batam, dan Semarang untuk menarik minat para investor," ujarnya.

 Di sisi lain, iklim usaha di Banjarmasin juga didorong oleh maraknya aktivitas ekonomi kreatif yang dipelopori generasi muda atau Gen Z. 

Sektor usaha mikro seperti kafe dan kedai kopi, tumbuh pesat. Pertumbuhan ini didukung oleh kemudahan perizinan berbasis risiko Online Single Submission (OSS) yang memungkinkan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kategori risiko rendah secara mandiri.

Hal ini senada arahan Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR yang mendorong percepatan transformasi digital dan penyederhanaan birokrasi perizinan bagi para pelaku usaha.

Dalam arahannya, ditegaskan pentingnya perombakan pola kerja dari birokrasi yang berbelit menjadi birokrasi yang melayani. 

Jajaran DPMPTSP diminta untuk memberikan kemudahan akses perizinan bagi masyarakat yang ingin memulai dan mengembangkan usaha.

 "Proses perizinannya agar lebih mudah lagi, supaya para pelaku usaha itu lebih mudah mendapatkan akses untuk lebih cepat dan usahanya bisa berjalan dengan sebaik-baiknya," ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.