TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Mengusung semangat "Kaltim Juara", jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menggelar audiensi strategis bersama Gubernur Kaltim, H. Rudi Mas’ud, di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh Asisten I Pemprov Kaltim M. Fitra Firnanda, Plt Kadispora Kaltim Rasman Rading, Ketua Umum KONI Kaltim H. Anderiy Syachrum, Ketua Harian Nidya Listiyono, serta Bendahara Umum Siti Astridya.
Diskusi berfokus pada peta jalan olahraga daerah, kesiapan Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan, hingga inovasi tata kelola anggaran.
Baca juga: KONI Kaltim Gandeng Kejati Kaltim, Siapkan Aplikasi Transparansi Keuangan Cabor
Dalam arahannya, Gubernur Rudi Mas’ud menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Ia mendorong KONI untuk aktif menggandeng pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendanai berbagai kejuaraan.
Langkah ini dinilai krusial agar pengembangan olahraga tak melulu bergantung pada APBD yang diprioritaskan untuk kebutuhan dasar publik.
"Prestasi harus tinggi, tetapi setiap rupiah anggaran wajib dipertanggungjawabkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," tegas Rudi Mas'ud.
Gubernur juga mengingatkan bahwa kejayaan di lapangan harus sejalan dengan integritas di balik layar.
"Jangan sampai atlet naik podium, tetapi tata kelola dan administrasinya justru merosot. KONI harus akuntabel, transparan, dan profesional. Prestasi oke, masalah jangan ada," tambahnya.
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, menyambut hangat arahan tersebut.
Di tengah penyesuaian kondisi fiskal daerah, keterbukaan Pemprov untuk merangkul mitra swasta menjadi angin segar bagi kesinambungan pembinaan atlet.
Baca juga: SIWO PWI Kaltim Terakomodasi dalam Kepengurusan KONI Kaltim 2026-2030
"Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang membuka ruang kemitraan ini. KONI dituntut berinovasi menciptakan peluang pendapatan baru demi menyokong kebutuhan latihan para atlet di tiap cabang olahraga," ujar Anderiy.
Sebagai langkah terobosan, KONI Kaltim tengah mengkaji wacana perubahan frekuensi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dari empat tahun sekali menjadi dua tahun sekali, mengadopsi model pembinaan di Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Skema dua tahunan ini penting untuk menjaga ritme kompetisi, memelihara semangat atlet, sekaligus memastikan sarana olahraga (venue) daerah tetap terawat dan dimanfaatkan secara optimal sebagai persiapan menuju PON," ungkapnya.
(*)