BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemain baru Manchester City Enzo Fernandez langsung membuat sensasi di klub barunya saat permintaan pertama.
Sebuah media Inggris memberi statmen Enzo Fernandez Menyelesaikan Transfer ke Man City Senilai £125 Juta, tetapi Permintaan Pertamanya Ditolak.
Pemain berusia 25 tahun yang dibeli dari Chelsea dengan harga mahal Rp2,75 triliun harus puas dengan perubahan nomor punggung di Citizen.
Baca juga: Manchester City Mengincar Dana, Claudio Echeverri Ditebus Benfica
Baca juga: Romano: Enzo Fernandez Perjelas Pendiriannya Transfer ke Man City, Kabar Terbaru dari Chelsea?
Nomor delapan yang biasa menjadi favorit pemain Argentina tersebut dan biasa dikenakannya bersama klub maupun tim nasional tidak bsia dipenuhi.
Pemilik nomor ini adalah Mateo Kovacic, peman lama yang juga berposisis ebasgai gelandang di Man City.
Memang bukan masalah besar. Fernandez pun tidak ada indikasi pernah mengajukan permintaan nomor punggung tersebut dan kemudian ditolak Manchester City.
Dalam kutipan panjang pernyataan Fernandez yang dimuat Daily Star setelah disalin dari situs resmi Manchester City, tidak ditemukan satu pun pernyataan yang mengarah pada klaim bahwa sang pemain meminta nomor delapan yang kemudian tidak diberikan kepadanya.
Kemungkinan besar, hal itu terjadi karena klaim bahwa nomor delapan merupakan "nomor favorit Fernandez yang biasa dikenakannya bersama klub dan tim nasional" juga tidak sepenuhnya akurat.
Fernandez memang mengenakan nomor lima ketika pertama kali bergabung dengan Chelsea sebelum kemudian beralih ke nomor delapan.
Namun, ia tidak pernah mengenakan nomor delapan ketika bermain untuk River Plate maupun Benfica. Di kedua klub tersebut, Fernandez lebih identik dengan nomor 13.
Di level tim nasional Argentina pun ceritanya tidak jauh berbeda.
Fernandez bahkan tidak mengenakan nomor delapan pada Piala Dunia. Ia justru memilih nomor 24.
Dan, seperti yang mungkin masih Anda ingat, Piala Dunia tersebut sebenarnya baru saja berlangsung belum lama ini.
Fans Citizen yang juga mantan pemain sepak bola profesional Barito Putera dan pernah jadi pelatih Martapura FC, Andi Abu nawas memberikan reaksinya.
Abu Nawas menerangkan memang nomor punggung itu seperti menunjukan atau mengidentifikasi pemain yang beraad di lapangan.
"Menang penting (nomor punggung) namun tidak harus juga selalu jadi rebutan," kata pemain berposisi striker ini di era Liga Galatama.
Nomor punggung juga menjadi cara untuk menunjukkan posisi.
Mengenai nomor punggung delapan Abu Nawas berpendapat itu biasanya identik dengan nomor milik gelandang serang sayap kanan dalam.
"jadi wajarlah Enzo selalu menginginkan nomor ini baik di klub maupun di negara," ujar Abu Nawas.
masalahnya nomor delapan sudah dipegang orang lain yang kedudukannya sudah cukup lama di klub maka bisa dinegoisasikan pemain baru lebih mengalah.
"Itu bisa dinegoisasikan jika sebelumnya berwedia memberikan tidak masalah kalau dia masih ingin momor itu pemain baru juga bisa mencari nomor lain<" ujar Abu nawas.
Yang jelas terang dia jangan hanya soal nomor punggung saja keharmonisan di dalam ruang ganti jadi terganggu.
(Banjarmasinpost.co.id)