Usai Santap MBG Belasan Siswa Diduga Mual, Sekda Bener Meriah: Tunggu Hasil Lab, Dapur Diperketat
Mawaddatul Husna September 03, 2026 02:47 AM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Belasan murid Sekolah Dasar di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat usai diduga mengalami keracunan makanan pada Rabu (2/9/2026).

Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Sekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan, Riswandika Putra.

​Insiden ini sempat memicu kepanikan di Puskesmas Timang Gajah saat belasan anak dievakuasi secara bergelombang. 

Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). 

Salah satu wali murid, Sukirno, menuturkan bahwa anaknya mendadak mengeluhkan sakit perut, mual, hingga gatal-gatal setelah menyantap hidangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.

​Ditengah situasi darurat tersebut, Sekda Bener Meriah Riswandika Putra hadir langsung turun ke lokasi dan memantau penanganan medis.

Ia memastikan kondisi para murid yang dirawat kini mulai stabil dan berangsur membaik.

​"Berdasarkan laporan tenaga kesehatan di lapangan, progresnya menunjukkan tren positif.

Gejala awal seperti mual dan gatal-gatal sudah hilang, dan kondisinya rata-rata membaik.

Alhamdulillah, anak-anak kita kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya," ujar Riswandika saat ditemui di puskesmas.

Hasilnya belum Dapat Disimpulkan

​Terkait pemicu pasti terjadinya dugaan keracunan massal tersebut, Riswandika menegaskan pihak pemerintah daerah belum dapat menyimpulkan hasilnya. 

Hal ini mengingat seluruh murid di sekolah yang sama mengonsumsi sajian MBG tersebut, tapi hanya belasan yang diduga alami keracunan.

Maka uji laboratorium mutlak diperlukan sebelum menentukan penyebab utama.

​"Kita belum berani memastikan penyebab dasarnya dari mana. Tim dari BPOM bersama tenaga kesehatan Dinkes sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium," jelasnya.

​Menanggapi kelayakan fasilitas penyedia makanan, Riswandika menekankan bahwa seluruh dapur pengelola MBG pada dasarnya wajib melampaui verifikasi kebersihan dan standar operasional yang ketat dari Dinas Kesehatan sebelum diizinkan beroperasi.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, ia memerintahkan pengetatan pengawasan ke seluruh dapur penyedia program di Bener Meriah.

​"Besok saya perintahkan tim untuk turun lagi mengecek dapur-dapur pengelola.

Ini bentuk antisipasi kita dari pemerintah daerah agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di Bener Meriah," tegas Riswandika.

​Kemudian, Sekda mengimbau para wali murid dan masyarakat luas untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium resmi dikeluarkan.

​"Saya imbau kepada orang tua murid agar tidak panik.

Belum dapat dipastikan bahwa timbulnya gejala ini berasal dari Makanan Bergizi Gratis, karena sampelnya saat ini masih diperiksa secara intensif di laboratorium," pungkasnya. (*)

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Pastikan Kondisi Siswa Korban Dugaan Keracunan Membaik, Sampel Masih Diuji Lab

Baca juga: Soal Insiden Peliputan Siswa Keracunan MBG, Dandim Bener Meriah dan Wartawan Sepakat Berdamai

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan MBG, Wartawan Diancam Oknum TNI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.