POS-KUPANG.COM - Marilah kita siapkan hati dan pikiran untuk berdoa. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia bukan untuk tinggal di satu tempat dan melayani hanya mereka yang dekat dengan-Mu.
Engkau berjalan dari tempat ke tempat, dari kampung ke kampung, menjumpai orang sakit, miskin, tersingkir, menderita, dan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Engkau menyembuhkan, menguatkan, membebaskan dan mewartakan Injil Kerajaan Allah. Engkau berkata, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.”
Hari ini kami datang kepada-Mu dengan segala kelemahan dan keterbatasan kami.
Sembuhkanlah kami, Tuhan, bukan hanya dari penyakit tubuh, tetapi juga dari penyakit hati dan jiwa yang sering tidak kami sadari, kemalasan untuk berdoa, keengganan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, rasa malas mengikuti Perayaan Ekaristi dan ibadah, ketidakpedulian terhadap kehidupan bersama, iri hati, perselisihan, dendam, egoisme, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Tuhan, bebaskanlah kami dari berbagai belenggu yang merusak kehidupan keluarga dan masyarakat kami. Jauhkanlah kami dari perjudian, mabuk-mabukan, narkoba dan ganja, kekerasan, perselingkuhan, perceraian, serta berbagai perilaku yang menjauhkan kami dari kasih-Mu.
Berilah kami keberanian untuk mengakui kelemahan, kerendahan hati untuk berubah, dan ketekunan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Tuhan Yesus, sebagaimana Engkau selalu mencari tempat yang sunyi untuk berdoa kepada Bapa sebelum melanjutkan karya-Mu, ajarlah kami menemukan kekuatan dalam doa. Jangan biarkan kesibukan membuat kami jauh dari-Mu.
Jangan biarkan keberhasilan membuat kami lupa kepada-Mu, dan jangan pula kegagalan membuat kami kehilangan harapan.
Jadikanlah doa sebagai sumber kekuatan agar kami mampu menjalankan tugas dan perutusan dengan hati yang teguh.
Kami sadar bahwa keselamatan bukan hanya untuk diri kami sendiri. Engkau mengutus kami menjadi rekan sekerja Allah.
Seperti Paulus menanam dan Apolos menyiram, ajarlah kami melakukan bagian kami dengan setia, tanpa iri hati dan tanpa mencari pujian.
Ketika kami menanam, biarlah kami percaya bahwa Engkaulah yang memberi pertumbuhan. Ketika kami menyiram, biarlah kami melakukannya dengan kasih dan tanggung jawab.
Tuhan, utuslah kami ke dalam keluarga, tempat kerja, komunitas, lingkungan, masyarakat dan dunia tempat kami hidup.
Jadikanlah kami misionaris-Mu yang sederhana, mampu mendengarkan mereka yang terluka, menemani mereka yang kesepian, menolong mereka yang berkekurangan, menguatkan mereka yang putus asa, dan menghadirkan sukacita bagi mereka yang kehilangan harapan.
Jauhkan kami dari sikap manusia duniawi yang dikuasai iri hati, perselisihan, dendam dan egoisme.
Bentuklah kami menjadi manusia rohani yang bekerja menurut kehendak-Mu, tekun dalam tugas, rela berkorban, tidak mudah menyerah dan setia dalam pelayanan.
Biarlah kehadiran kami menjadi tanda bahwa Injil sungguh hidup dan keselamatan-Mu terbuka bagi semua orang.
Bersama pemazmur kami berkata, “Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong dan perisai kita. Karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.”
Maka, Tuhan Yesus, berjalanlah bersama kami hari ini. Berkatilah setiap pekerjaan dan pelayanan kami.
Pakailah tangan kami untuk menolong, kaki kami untuk menjangkau mereka yang membutuhkan, mulut kami untuk menyampaikan kebenaran dan penghiburan, serta hati kami untuk mengasihi tanpa membeda-bedakan.
Sebab kami percaya, Engkau tidak hanya memanggil kami untuk menerima keselamatan, tetapi juga mengutus kami untuk membagikan keselamatan itu kepada sesama.
Yesus, Sang Misionaris, utuslah kami. Jadikanlah kami pembawa Injil, pembawa damai, pembawa harapan, dan pembawa keselamatan bagi semua orang.
Amin. (*)