Viral Pengemis dan Anjal dari Kediri Ganggu Peziarah di Ampel Surabaya, Satpol PP Perketat Patroli
faridmukarrom September 03, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA - Aktivitas pengemis dan anak jalanan (anjal) yang dinilai mengganggu peziarah di kawasan Ampel, Surabaya, mendapat perhatian dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Perhatian tersebut disampaikan Eri Cahyadi melalui unggahan di media sosial setelah menerima sejumlah keluhan masyarakat mengenai aktivitas pengemis dan anjal di kawasan religi tersebut.

Dalam unggahannya, Eri menyebut adanya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan pengemis maupun anjal yang mendatangi peziarah untuk meminta uang.

Sejumlah peziarah bahkan disebut merasa terganggu karena terus dibuntuti hingga akhirnya memberikan uang.

“Ini akeh laporan nang hotlineku, sambat pas ziarah nang Ampel dijaluki duwek karo pengemis/anjal,” tulis Eri Cahyadi dalam unggahannya.

Eri juga menyebut sejumlah pengemis terkadang menyeberangi jalan untuk mendatangi peziarah dan meminta uang.

Satpol PP Surabaya Turun ke Kawasan Ampel

Menindaklanjuti laporan tersebut, Eri Cahyadi meminta Satpol PP Surabaya turun langsung ke kawasan Ampel.

Petugas diminta melakukan pengawasan sekaligus penertiban terhadap aktivitas pengemis, pengamen, dan anak jalanan yang dinilai mengganggu kenyamanan peziarah.

“Arek-arek @satpolppsurabaya wis mudun nang lokasi,” tulisnya.

Dalam penertiban tersebut, seorang pengamen bernama Gideon diamankan petugas untuk dimintai keterangan mengenai aktivitasnya di kawasan Ampel.

Saat ditanya mengenai identitasnya, Gideon mengaku memiliki KTP dengan alamat Kediri.

“Jenenge sampean sopo?” tanya Eri Cahyadi

“Gideon,” jawabnya.

“Sampean kerjanya apa?”

“Kuli, Pak,” jawab Gideon.

KTP Kamu dari mana? tanya petugas kepada Gideon.

"Kediri pak," ucap Gideon.

Gideon kemudian mengaku saat ini belum mendapatkan panggilan kerja dari pekerjaannya sebagai kuli.

Kondisi tersebut membuatnya memilih mengamen dan meminta-minta uang di kawasan Ampel.

Petugas kemudian membawa Gideon ke kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Saat berada di kantor, petugas kembali menggali informasi mengenai aktivitas pengamen dan pengemis di kawasan Ampel.

Dalam keterangannya, Gideon menyebut pengamen yang melakukan aktivitas serupa di kawasan tersebut cukup banyak.

Menurut pengakuannya, mereka biasanya keluar pada waktu-waktu tertentu, mulai subuh, sore, malam hingga menjelang subuh.

Gideon juga mengungkapkan para pengamen cenderung tidak berani muncul ketika mengetahui ada petugas Satpol PP yang sedang melakukan patroli.

Mereka kemudian kembali beraktivitas ketika tidak melihat petugas di sekitar lokasi.

Keterangan tersebut menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan pola pengawasan di kawasan Ampel.

Patroli Satpol PP Surabaya Akan Diperbanyak

Satpol PP Surabaya selanjutnya akan memperketat pengawasan di kawasan Ampel.

Patroli akan diperbanyak, termasuk pada waktu-waktu yang disebut menjadi jam aktivitas para pengamen dan pengemis.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk berziarah.

“Ke depan awake dhewe bakal terus memperketat pengawasan. Patroli Satpol tak kongkon luwih diperbanyak maneh,” lanjut Eri Cahyadi.

Dengan pengawasan yang lebih intensif, Pemkot Surabaya berharap kawasan Ampel tetap menjadi tempat religi yang nyaman bagi para peziarah.

Penertiban juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas pengemis, pengamen, dan anak jalanan yang berpotensi mengganggu masyarakat di kawasan tersebut.

(Ayu Fasta/ Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.