TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Ada orang yang dikenal karena jabatan, tetapi ada pula sosok yang menarik karena lintasan perjalanan dan jejaring yang dibangunnya.
Salah satunya Hasbi Syamsu Ali figur yang dalam beberapa tahun terakhir aktif di berbagai ruang publik Sulawesi Selatan.
Alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (Unhas) ini dikenal aktif di dunia konstruksi, organisasi profesi, alumni, kemasyarakatan, olahraga hingga perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Benang merah dari perjalanan itu terlihat dari kebiasaannya membangun.
Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga perusahaan, organisasi, jejaring dan gagasan.
Sebagai seorang insinyur, galar itu mengantarkan Hasbi masuk ke dunia konstruksi dan kemudian memimpin PT Wiratama Karya Nugraha (WKN) sebagai direktur utama.
Dunia usaha membuatnya terbiasa berhadapan dengan target, tenggat waktu, modal, regulasi, risiko dan banyak pihak yang harus bekerja dalam satu sistem.
Salah satu jejak profesional WKN terlihat pada proyek penanganan longsoran ruas Watampone-Pompanua-Ulugalung di Sulawesi Selatan dengan nilai kontrak sekitar Rp47,17 miliar.
Namun, perjalanan Hasbi tidak berhenti pada urusan proyek dan bisnis.
Sebab ia kemudian aktif membangun ekosistem profesi melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulawesi Selatan.
"Di ruang ini saya ikut menyuarakan persoalan pelaku jasa konstruksi, termasuk dinamika regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (3/9/2026) siang.
Keterlibatan Hasbi di Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sulawesi Selatan kemudian memperpanjang kiprah tersebut dan pada 11 Februari 2025 ia dilantik sebagai Sekretaris DPD HPJI Sulsel.
Bagi Hasbi, jalan bukan sekadar beton dan aspal, melainkan konektivitas yang membuka akses dan memperpendek jarak antara masyarakat dan pelayanan publik.
"Juga termasuk menghubungkan pusat produksi dengan pasar dan mendekatkan masyarakat dengan pelayanan publik," akunya.
Hasbi menyebut, infrastruktur seharusnya tidak berhenti sebagai persoalan teknis, tetapi menjadi bagian dari fondasi pertumbuhan ekonomi.
Dunia profesional juga membawa Hasbi kembali ke almamaternya melalui Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (IKATSI).
Sebelum dipercaya menjadi ketua umum, Hasbi pernah menjalankan fungsi sekretaris dan kemudian memimpin IKATSI Unhas periode 2021–2025.
Di bawah kepemimpinannya, organisasi alumni didorong sebagai wadah mempertemukan alumni lintas generasi dan memperluas jejaring.
"Jejaring merupakan modal sosial yang dapat membuka ruang komunikasi, kolaborasi dan peluang untuk mengubah kapasitas individual menjadi kekuatan bersama," beber Hasbi.
Pandangan tersebut kemudian ia bawa ketika berbicara tentang masa depan Luwu Raya.
Hasbi mendorong jejaring profesional dan alumni ikut mengambil peran dalam pengembangan sektor non-tambang di Tana Luwu.
Ia menilai daerah yang kaya sumber daya alam tidak boleh hanya menjadi tempat bahan mentah diambil, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah.
Termasuk lapangan kerja dan kewirausahaan dan sumber daya manusia yang kuat.
“Kekayaan mineral bisa berkurang. Tetapi kualitas manusia dan kekuatan institusi harus terus bertambah," ujarnya.
Jejaring Hasbi kemudian meluas ke lingkungan sosial yang lebih besar melalui keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Pada 2025, ia dipercaya menjadi Koordinator Expo PSBM XXV dan Mubes XII KKSS yang mempertemukan saudagar, pengurus organisasi dan diaspora Sulawesi Selatan dari berbagai daerah.
Di ruang tersebut, Hasbi membawa nilai budaya Sirui Menre Tessirui No’.
Sebuah falsafah yang ia maknai sebagai semangat untuk tidak meninggalkan orang lain ketika seseorang mencapai keberhasilan.
Gagasan tersebut, kata Hasbi, kemudian menemukan ruang yang lebih dekat dengan identitas sosialnya.
Hingga ia pun dipercaya memimpin Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan periode 2022–2027.
Sebagai Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi ingin penguatan sumber daya manusia, jejaring usaha, dan pemberdayaan masyarakat.
"Generasi muda menjadi salah satu perhatian melalui dorongan agar mereka berani masuk ke dunia usaha dan mengubah gagasan menjadi karya," bebernya.
Pada 2026, ruang pengabdian Hasbi kembali bertambah setelah ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Sulawesi Selatan masa bakti 2025–2029.
Di organisasi olahraga tersebut, ia membawa pendekatan yang serupa dengan kiprahnya di organisasi lain.
Hasbi membangun sistem dan ekosistem agar setiap unsur dapat berkembang.
"Konsolidasi organisasi, pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, penguatan klub serta pembangunan sistem kompetisi menjadi bagian dari perhatian kami sebagai pengurus," terangnya.
Bagi Hasbi, prestasi atlet bisa diraih ketika sistem kepelatihan, organisasi, dan program pembinaan berjalan konsisten.
"Karena olahraga bukan sekadar persoalan menang dan kalah karena atlet membutuhkan pelatih, pelatih membutuhkan sistem, klub membutuhkan organisasi dan organisasi membutuhkan program yang konsisten," jelasnya.
Membawa Luwu Raya ke Level Nasional
Berbagai pengalaman tersebut kemudian bertemu dalam perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Sebagai Ketua BPW KKLR Sulsel sekaligus salah satu penggerak konsolidasi BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi aktif mempertemukan pemerintah daerah, DPRD, akademisi, tokoh adat, organisasi masyarakat, pemuda dan diaspora.
Sepanjang 2026, konsolidasi dilakukan di sejumlah wilayah Tana Luwu, mulai Belopa, Palopo, Masamba hingga Malili.
Konsolidasi itu diarahkan untuk membangun kesamaan perspektif.
Hasbi menginginkan perjuangan Luwu Raya harus dipersiapkan secara serius, termasuk dari sisi administratif dan argumentasi pembangunan.
"Karena kita tidak mau hanya bertumpu pada satu tokoh karena menurutnya gerakan besar membutuhkan banyak tangan dan pikiran," akunya.
Yang menarik, argumentasi pembentukan Luwu Raya yang didorong Hasbi tidak berhenti pada alasan rentang kendali pemerintahan dan pelayanan publik.
Narasinya diperluas menjadi pertanyaan yang lebih strategis: apa yang dapat diberikan Luwu Raya kepada Indonesia?.
Pertanyaan tersebut kemudian membawa pembicaraan pada potensi sumber daya mineral, pertanian, perikanan, hilirisasi, konektivitas, sumber daya manusia hingga posisi kawasan dalam peta pertumbuhan Indonesia timur.
"Kajian akademik mengenai Luwu Raya bahkan telah dibawa ke Jakarta dan dipresentasikan kepada Kepala Staf Kepresidenan pada 2026," tambah Hasbi.
Hasbi ingin Luwu Raya tidak sekadar dipandang sebagai daerah yang meminta perhatian pemerintah pusat.
Tetapi sebagai kawasan yang mampu menawarkan potensi dan kontribusi bagi pembangunan nasional.
Tak Cukup Hidup dari Tambang
Di tengah besarnya potensi pertambangan, terutama nikel di Luwu Timur, Hasbi juga mendorong diversifikasi ekonomi.
Pertanian, perkebunan, perikanan, agroindustri, kewirausahaan dan sektor ekonomi berbasis masyarakat dinilai perlu tumbuh bersama.
Sehingga masa depan Luwu Raya tidak bergantung pada sumber daya ekstraktif.
Gagasan itu kembali menunjukkan cara berpikir Hasbi sebagai seorang insinyur.
Seban ia terbiasa memikirkan fondasi sebelum membangun struktur.
"Daerah, dalam perspektif yang say dorong, juga membutuhkan fondasi ekonomi dan sumber daya manusia yang kokoh sebelum berbicara tentang masa depan," bebernya.
Profil Hasbi Syamsu Ali:
Nama lengkap: Ir H Hasbi Syamsu Ali, MM
Tempat tanggal lahir: Yogyakarta 26 November 1964
Agama: Islam
Pendidikan formal:
- SD Negeri 2 Lembangcina Bantaeng, lulus tahun 1976
- SMP Negeri 1 Bantaeng, lulus 1980
- SMA Negeri 2 Ujung Pandang (IPA), lulus tahun 1983
- S1 Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, lulus tahun 1991
- S2 Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2012
Pendidikan non formal:
- Pelatihan keterampilan manajemen Unhas
- Aplikasi Geotextile pada kontestruksi pekerjaan jalan di Unhas
- Seritifikasi Geberal Superintendent oleh Dirjen Bina Marga, Jakarta
- Penggunaan Lasbutag pada konstruksi jalan raya di Makassar
- Seminar Negoisasi Dalam Kontruksi oleh HAMKI & MBT, Jakarta 1996
- Pelatihan MPHK, Surabaya Tahun 1996
- Pemahaman Administrasi Kontrak di PT. Hutama Karya Pusat, Jakarta 1996
- Pelatihan Manajemen Peralatan & Cara Menghitung Kap. Alat Berat, Jakarta 1996
- Contruction Project Management Coarse oleh Manil University, Jakarta 1997
- Pelatihan Pengenalan ISO 9002 oleh PT. Hutama Karya Pusat, Jakarta 1997
- Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) oleh Sekjen PU, Jakarta 1998
- Pelatihan Project Management Service oleh Jakons PU, Jakarta 1999
- Pelatihan Finance for Men Finance Manager (Finon), Semarang 1999 l
- Seminar Nasional Undang-Undang Jasa Konstruksi oleh PU & LPJK, Makassar 2000
- Pelatihan Perpajakan di Makassar, Tahun 2002
- Training Winning Knocked-Dwon Job Interview oleh BEE, Makassar 2002
- Konferensi Nasional Teknik Jalan ke-7 oleh HPJI, Jakarta 2003
- Seminar Teknik Profesionalisme Ahli Jalan/Jembatan oleh HPJI Sulsel, Makassr 2004
- Training & Sosialisasi OHSAS 18001 : 1999 oleh PT. Hutama Karya, Makassar 2004
- Seminar Masalah Banjir & Upaya mengatasi & Dampak & Program Mitigasi Bencana Longsor oleh Himpunan Teknik Hidraulik Indonesia, Makassar 2005
- Temu Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Jakarta 2017
- Form Nasional Kerja Sama dan Pemberdayaan Jasa Konstruksi, Banten 2017
- Workshop Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Menghadap Libarelisasi Pengadaan Barang Dan Jasa, Jakarta 2018
- Pemantapan Nilai – Nilai Kebangsaan Bagi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional Angkatan I LEMHANNAS, Jakarta 2020
Pengalaman organisasi:
1. 1999-Sekarang : Wakil Ketua DPD Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Sulsel
2. 2000-Sekarang : Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sulsel
3. 2006-Sekarang : Wakil Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)
4. 2011-Sekarang : Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri(KADIN) Sulawesi Selatan
5. 2014-2019 : Wakil Ketua DPD Pengurus Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sulsel
6. 2016-2020 : Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Propinsi (LPJK) Sulsel
7. 2017-Sekarang : Wakil Ketua PERGATSI Provinsi Sulsel
8. 2017-Sekarang : HAKKI Provinsi Sulawesi Selatan
9. 2020-Sekarang : Pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR)
10. 2020-Sekarang : Pengurus BPP Kerukunan Keluarga Sulsel (KKSS)
11. 2020-Sekarang : Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil – UNHAS (Ikatsi-UNHAS)
12. 2020-Sekarang : Wakil Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sulsel
13. 2025-Sekarang : Sekretaris DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sulsel. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana