BPBD Babel Ingatkan Armada Damkar Terus Disiapkan Menghadapi Karhutla
Hendra September 03, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Plt Kepala Harian BPBD Babel, Agus Afandi, mengingatkan sejumlah damkar di kabupaten/kota untuk dapat memperkuat armadanya untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang marak terjadi.

"Untuk BPBD di daerah masing-masing bisa diperkuat tentang fasilitas peralatan untuk bisa mengantisipasi terjadi karhutla," kata Agus kepada Bangkapos.com, Kamis (3/8/2026).

Ia mengatakan, beberapa daerah yang terjadi kebakaran hutan dan lahan telah siap siaga dan memperkuat kemampuan untuk damkarnya.

"Sejauh ini karena potensi kebakaran yang muncul dan bisa diantisipasi dengan cepat, kita mungkin bisa bilang ini masih dalam tingkat kendali," ujar Agus.

Kondisi saat ini dikatakan Agus, harus dapat ditangani dengan cepat. Karena kondisi kebakaran hutan dan lahat yang sering terjadi bahkan hingga ratusan titik kebakaran terjadi dalam satu hari.

"Bukan berarti ini bisa terus menerus, karena peralatan itu kalau dipakai terus, beberapa damkar mengalami kerusakan. Mobil suplai kami kemarin ada kerusakan pompa, jadi hal hal itu memang masih bisa kita antisipasi dengan perbaikan cepat," terangnya.

Lebih jauh dikatakan Agus, BPBD Babel mencatat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi pada Rabu (2/9/2026) kemarin, berjumlah 259 titik kebakaran.

Informasi tersebut, didapat BPBD dari laporan sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung.

"Informasi kemarin yang kita dapat ada 259 titik terlapor dari kabupaten/kota di web kita.
Kebakaran di Bangka Belitung," kata Agus.

Agus mengatakan, kebakaran yang terjadi dapat diatasi oleh sejumlah petugas pemadam kebakaran.

"Posisi pada laporan yang ada hampir seluruh laporan itu bisa ditangani kebakaran. Hanya memang agak banyak kemarin terjadi kebakaran,"terangnya.

Ia menambahkan, titik kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di bagian barat. Atau Kabuaten Bangka Barat dan pesisir Timur Pulau Bangka.

"Informasi titik kebakaran, kita dapat kemarin masih di posisi sama pesisr Barat Pulau Bangka dan pesisir Timur di Pulau Bangka," lanjutnya.

Sejauh ini, berdasarkan temuan di lapangan, kata Agus, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan dan pembakaran sampah yang apinya tidak terkendali. Selain itu, kebakaran juga dapat dipicu oleh kelalaian lainnya.

"Sejauh ini dari lapangan ada membuka lahan dan melakukan pembakaran sampah sehingga tidak terkendali apinya. Atau ada kecerobahan lain sehingga terjadi kebakaran," katanya.

Agus juga mengimbau ke masyarakat, untuk lebih memperhatikan lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Maupun membuka lahan dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kita sama sama memperhatikan lingkungan kita, tidak melakukan bakar sembarangan dan buka lahan sembarangan," lanjutnya.

Menurutnya, meskipun petugas BPBD daerah telah sigap melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran. Tetapi upaya pencegahan tetap membutuhkan peran masyarakat dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan

"Informasi lain, sesuai dengan prediksi BMKG bahwa pada bulan September ini, arah angin sudah mulai berubah. Dari arah selatan berubah ke barat sehingga ada potensi asap masuk ke Babel. Artinya, asap tidak tebal sudah mulai ada, imbas dari Sumatera ke arah Bangka Belitung," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.