Cesc Fabregas dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A setelah kebangkitan luar biasa Como
Agus Firmansyah September 03, 2026 04:41 PM

Cesc Fabregas resmi dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025-26 setelah menjalani kampanye bersejarah bersama Como. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menerima penghargaan bergengsi tersebut di Gran Gala del Calcio AIC usai membawa klub ambisius itu menembus Liga Champions.

Pengakuan bersejarah untuk mantan maestro lini tengah

Fabregas semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pelatih muda paling menarik di Eropa setelah dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A untuk musim 2025-26. Pria Spanyol itu menerima penghargaan individu tertinggi tersebut dalam acara Gran Gala del Calcio AIC, sebuah seremoni yang merayakan sosok-sosok terbaik dalam sepak bola Italia.

Penghargaan itu menjadi pengakuan resmi atas pekerjaan taktik luar biasa yang diterapkan Fabregas di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Setelah mengakhiri karier bermainnya bersama Como di Serie B pada musim panas 2023, ia memainkan peran penting sebagai pelatih sementara dalam membawa klub tersebut promosi sebelum akhirnya ditunjuk secara resmi sebagai pelatih kepala pada musim panas 2024. Sejak memegang kendali penuh, ia mengubah Como dari tim yang secara tradisional berkutat dengan ekspektasi kasta bawah menjadi kekuatan nyata di papan atas sepak bola Italia.

Semusim penuh perlawanan dan mimpi Liga Champions

Faktor utama di balik penghargaan ini adalah kampanye sensasional Como musim lalu, ketika mereka mengamankan finis bersejarah di peringkat keempat dan meraih tiket Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Setelah membangun fondasi dari musim pertama yang solid di kasta tertinggi di bawah Fabregas dengan finis di posisi ke-10 pada 2024-25, tim asal Lombardia itu melampaui semua prediksi untuk menantang para raksasa tradisional. Fabregas merancang laju impresif yang mengguncang tatanan mapan sepak bola Italia, membuktikan bahwa proyek ambisius bisa langsung membuahkan hasil di bawah kepemimpinan yang tepat.

Como juga membawa momentum positif itu ke musim Serie A yang baru dengan awal kampanye yang mengesankan. Tim asuhan Fabregas meraih hasil imbang 1-1 yang diperjuangkan dengan keras saat bertandang ke markas Udinese pada laga pembuka, sebelum kemudian mencatat kemenangan penting 2-1 atas Napoli, yang semakin menegaskan meningkatnya kualitas mereka di antara jajaran elite Italia.

Membangun tim dengan fondasi pemain muda dan inovasi taktik

Salah satu ciri utama era Fabregas adalah komitmennya yang tak tergoyahkan dalam mengembangkan talenta muda. Pelatih asal Spanyol itu secara terkenal membangun proyek taktiknya di sekitar kemampuan kreatif Nico Paz, yang benar-benar berkembang pesat di bawah arahannya. Gelandang serang muda tersebut menikmati musim yang luar biasa pada kampanye lalu, tampil dalam 40 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 13 gol, dan menyumbang delapan assist.

Namun, ganjaran terbesar bagi Fabregas dan Como adalah keberhasilan bersejarah mereka menembus Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi fase liga delapan pertandingan yang sangat menarik. Wakil Italia itu akan menjamu Paris Saint-Germain, Manchester United, Leipzig, dan AEK Athena di Stadion Giuseppe Sinigaglia, sementara mereka juga harus menjalani lawatan berat untuk menghadapi Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan Lens.

Ambisi yang tak terbendung

Meski begitu, ambisi Fabregas untuk Como jauh melampaui sekadar bersaing di level elite. Sang pelatih bertekad mendorong timnya menuju pencapaian yang lebih tinggi lagi pada musim ini, niat yang terlihat jelas dari aktivitas mereka di bursa transfer, yang dipimpin oleh keberhasilan mendatangkan kiper Robert Sanchez dari Stamford Bridge bersama mantan rekan setimnya di Chelsea, Trevoh Chalobah. Fokus kini beralih ke laga tandang melawan Genoa pada Jumat, ketika Fabregas akan memburu kemenangan lagi demi terus menanjak di klasemen Serie A.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.