SURYA.co.id, SURABAYA - Kebab Turki Baba Rafi asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim) telah melewati perjalanan bisnis lebih dari dua dekade.
Sejak menerapkan sistem kemitraan pada 2003, bisnis kuliner ini terus beradaptasi menghadapi perubahan pasar dan perilaku konsumen.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Baba Rafi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis ekonomi, persaingan industri kuliner, perubahan tren konsumsi hingga pandemi Covid-19.
Di tengah dinamika tersebut, perusahaan tetap mengembangkan jaringan bisnis waralaba dan outlet di berbagai kota.
Founder & Group CEO Baba Rafi, Hendy Setiono, mengatakan keberlangsungan bisnis selama lebih dari 20 tahun menjadi hal yang patut disyukuri.
“Kami bersyukur tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia, walaupun berbagai tantangan bisnis mulai dari krisis ekonomi, perubahan tren pasar, hingga pandemi,” ungkap Hendy, dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Hendy, perjalanan Baba Rafi selama lebih dari dua dekade diwarnai berbagai dinamika.
Persaingan pasar kuliner yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen, hingga tantangan operasional di ratusan outlet yang tersebar di berbagai kota menjadi bagian dari tantangan tersebut.
Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis kuliner di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat.
“Kami optimistis tetap menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat Indonesia hingga saat ini, dan performa bisnis Baba Rafi terus menunjukkan tren yang positif,” ucapnya.
Sejalan dengan perjalanan bisnisnya, Kebab Turki Baba Rafi juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai mitra franchise.
Konsep kemitraan tersebut telah dikembangkan sejak 2003 dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan bisnis kuliner di berbagai daerah.
“Kami juga masih membuka peluang kemitraan bagi masyarakat yang berminat menjalankan usaha kuliner melalui model waralaba,” tuturnya.
Hendy mengatakan, keberlanjutan bisnis tidak hanya bergantung pada pengembangan jaringan, tetapi juga pada kepercayaan konsumen dan mitra usaha.
"Kepercayaan masyarakat dan mitra terhadap Baba Rafi harus terus kami jaga," katanya.
Upaya mempertahankan bisnis selama lebih dari dua dekade juga diwarnai dengan sejumlah pengakuan.
Terbaru, Kebab Turki Baba Rafi meraih dua penghargaan dalam The 25th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026.
Ajang tersebut berlangsung di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 28–30 Agustus 2026.
Dua penghargaan yang diraih Baba Rafi yakni Market Leader 2026 dan Indonesia Franchise Marketing Awards (IFMA) 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian IFRA Awards & Business Night pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Main Stage IFRA 2026.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar dan CEO MajalahFranchise.com Rofian Akbar.
Bagi Baba Rafi, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian bisnis. Pengakuan itu juga menjadi pengingat agar perusahaan tetap menjaga hubungan dengan konsumen dan para mitra.
“Dua penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan, tapi juga pengingat bahwa kepercayaan masyarakat dan mitra terhadap Baba Rafi harus terus kami jaga,” tandas Hendy.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Baba Rafi kini melanjutkan pengembangan bisnis melalui jaringan waralaba sekaligus membuka peluang kemitraan baru di tengah perubahan industri kuliner dan pola konsumsi masyarakat.