TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Manajemen PSM Makassar memastikan telah menyelesaikan kewajibannya dalam kasus FIFA Registration Banned.
Namun, nama PSM Makassar tak juga dihapus dalam sanksi larangan transfer.
Akibatnya, tim Juku Eja belum bisa mendaftarkan pemain untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Padahal, kasta tertinggi sepak bola Indonesia bakal bergulir, Jumat (4/9/2026).
Sedangkan, PSM Makassar memulai pertandingan perdana melawan Persib Bandung pada Minggu (6/9/2026) pukul 20.00 Wita.
PSM Makassar menyisakan satu sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA tertanggal 7 Juli 2026.
Media Officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim menegaskan, pihaknya telah membayar kewajibannya kepada penggugat.
“FIFA Banned sudah terbayar, pihak penggugat itu telah menerima pembayarannya," kata Sulaiman Abdul Karim saat ditemui Tribun-Timur.com di Just Coffee, Kamis (3/9/2026).
Just Coffee berlokasi di Kompleks Ruko New Zamrud, Jl AP Pettarani, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel),
"Kita tinggal tunggu pihak penggugat mengofirmasi ke FIFA bahwa dia sudah menerima pembayaran," jelasnya.
Kekhawatiran pun muncul dari suporter dan pecinta PSM Makassar karena tak kunjung hilangnya klub kebanggaannya dari FIFA Registration Banned.
Jangan sampai kejadian di awal musim Super League 2025/2026 terulang lagi.
Kala itu, Laskar Ayam Jantan dari Timur tak bisa menurunkan pemain baru melawan Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulsel pada Jumat (8/8/2025).
Pasalnya, PSM Makassar terlambat menunaikan kewajibannya.
Sulaiman mengatakan, Manajemen PSM Makassar terus menjalin komunikasi dengan penggugat.
Harapannya, sang penggugat segera mencabut laporannya.
“Mudah-mudahan pihak penggugat segera mencabut laporannya. Pihak kita juga komunikasi intens dengan mereka,” katanya.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin sempat menyebut, tenggat penyelesaian FIFA Registration Banned pada 1 atau 2 September.
Namun, batas waktu tersebut telah lewat. PSM Makassar masih dilarang daftarkan pemain.
Sulaiman pun menuturkan lagi, bahwa komunikasi intens dibangun kepada penggugat.
Kewajiban telah di laksanakan, sehingga penggugat segera mencabut laporannya.
“Intinya kita terus komunikasi dengan mereka, kita sudah melakukan kewajiban, hak mereka juga telah diterima,” tuturnya.
Proses Pencabutan FIFA Banned
Sebelumnya, Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengingatkan, penyelesaian FIFA Banned tak serta merta membuat sanksi langsung dicabut.
Masih ada proses harus dilalui.
Setelah PSM Makassar menyelesaikan kewajibannya, harus mengirimkan bukti penyelesaian ke email FIFA untuk verifikasi.
Masa verifikasi memakan waktu lima hari di waktu normal.
Ditambah lagi, Indonesia selisih waktu kurang lebih 12 jam dengan Amerika Serikat.
“Ada masa verifikasi, normalnya lima hari setelah FIFA menerima konfirmasi dari pihak klaim itu. Makanya, 1 atau 2 September paling lambat selesai,” ungkapnya.
Mendagri Red Gank Nurul Absoar mengaku tak terlalu mempersoalkan waktu penyelesaian FIFA Banned, terpenting kewajiban tim diselesaikan sebelum kompetisi di mulai.
Apalagi, dari segi persiapan sesuai pernyataan pelatih kepala Darije Kalezic memastikan skuadnya telah siap tempur.
“Selama tidak memengaruhi kondisi pemain selama menjalani pemusatan latihan menjelang liga bergulir, tak jadi masalah,” katanya kepada Tribun-Timur.com lewat pesan WhatsApp, Rabu (26/8/2026).
Namun, pria akrab disapa Abhe ini sangat berharap, PSM Makassar ke depannya tak lagi menjadi langganan FIFA Banned.
Pasalnya, masalah tersebut membuat Laskar Ayam Jantan dari Timur memiliki reputasi negatif.
Buntutnya, pemain kesulitan mendatangkan pemain diinginkan.
“Ke depan sebisa mungkin PSM Makassar tidak lagi masuk daftar banned FIFA, karena bagaimana pun itu salah satu citra buruk untuk PSM Makassar sendiri," kata Abhe.
"Mungkin akan berdampak kepada perekrutan pemain ketika ingin mendatangkan pemain baru,” imbuhnya. (*)