TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membahas pemulihan ekonomi Padang Pariaman pasca bencana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi Tahun 2026.
Rakor pemulihan ekonomi Padang Pariaman digelar di Hall IKK Parit Malintang, Kamis (3/9/2026). Kegiatan diprakarsai Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Padang Pariaman.
Forum itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, camat, instansi vertikal, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam kebijakan ekonomi daerah.
Pembahasan diarahkan pada pertumbuhan ekonomi dan pengendalian harga setelah bencana yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara. Ia hadir bersama unsur Forkopimda, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pimpinan instansi vertikal, dan tamu undangan.
Baca juga: Jelang Laga Perdana Lawan Persiraja, 3 Pemain Semen Padang FC Masih Cedera
Hendra mengatakan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama antarinstansi. Menurut dia, rakor menjadi ruang untuk menyatukan program dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan yang sudah berjalan.
"Rakor ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Melalui forum ini kita menyelaraskan program kerja, mengevaluasi capaian yang telah dilakukan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dan terintegrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas harga di Kabupaten Padang Pariaman," ujar Hendra.
Ia menambahkan, tantangan ekonomi saat ini harus dijawab dengan kebijakan yang adaptif, berbasis data, dan didukung komitmen bersama seluruh unsur pemerintah serta mitra strategis agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Rakor tersebut juga menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif akademis dan kebijakan. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Prof. Elfindri, memaparkan materi bertajuk "Ekonomi Padang Pariaman Bangkit Kembali Pasca Bencana", yang mengulas strategi percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui penguatan sektor-sektor produktif dan peningkatan daya saing.
Sementara itu, Asisten Manajer sekaligus Ekonom Yunior Fungsi Perumusan Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Larassayu Arvaneira Evanthe, menyampaikan materi mengenai kondisi inflasi terkini serta langkah-langkah pengendalian inflasi yang dapat diimplementasikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Kuliah Umum di UIN Imam Bonjol Padang, Lemhannas Ingatkan Mahasiswa soal Hoaks dan Politik Identitas
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara terpadu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta mewujudkan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. (*)