‎RSUD dr Agoesdjam Ketapang Perkuat Kesiapan Hadapi Dampak Kesehatan Asap Karhutla
Try Juliansyah September 03, 2026 11:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang membentuk Tim Kesiapsiagaan untuk menghadapi dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara yang dipicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Pembentukan tim tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang Nomor 588/BLUD-RSUD.B/2026.

‎Tim Kesiapsiagaan bertugas memantau kondisi dan kecenderungan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan penurunan kualitas udara.

‎Tim juga mengidentifikasi kelompok masyarakat yang rentan terdampak, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit pernapasan dan penyakit kronis lainnya.

‎Kesiapan pelayanan dilakukan di berbagai unit, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan hingga rawat inap.

‎Rumah sakit juga memastikan kesiapan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, obat-obatan, bahan medis habis pakai, alat kesehatan serta kebutuhan pendukung lainnya.

‎Selain itu, RSUD memperkuat sistem triase dan penanganan pasien dengan keluhan yang berkaitan dengan kondisi kualitas udara, sekaligus melakukan pengendalian paparan udara tidak sehat di lingkungan rumah sakit.

‎Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi pasien, keluarga, pengunjung maupun petugas dari paparan udara yang buruk.

Baca juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Tetapkan Status Tanggap Darurat dan Larang Bakar Sampah

‎Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 2 September 2026 mencapai 300 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

‎Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian RSUD dalam memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan.

‎Pada Kamis 3 September 2026, RSUD dr. Agoesdjam Ketapang menggelar rapat koordinasi sekaligus sosialisasi implementasi Tim Kesiapsiagaan di lingkungan rumah sakit.

‎Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, drg. Basaria Rajagukguk, mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat kecenderungan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan penurunan kualitas udara.

‎"Tim melakukan pemantauan terhadap kondisi dan kecenderungan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan penurunan kualitas udara akibat kekeringan, kebakaran hutan dan lahan," kata drg. Basaria saat dikonfirmasi, Kamis 3 September 2026.

‎Menurutnya, sosialisasi dilakukan untuk memastikan keputusan pembentukan tim dapat diterapkan di lapangan sekaligus meningkatkan pemahaman seluruh petugas mengenai bahaya asap karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan.

‎"Mensosialisasikan keputusan dan implementasi di lapangan di lingkungan RSUD dengan agenda penyuluhan dan edukasi tentang bahaya asap karhutla dan situasi kekeringan serta penyakit-penyakit yang ditimbulkan," ujarnya.

‎Edukasi diberikan di seluruh ruangan pelayanan, mulai dari rawat jalan, rawat inap hingga IGD oleh petugas yang sedang bertugas.

‎RSUD juga membagikan masker kepada pasien, keluarga atau pendamping pasien, masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit serta pekerja rumah sakit.

‎Kesiapsiagaan turut mencakup ketersediaan obat-obatan, khususnya obat untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare yang berpotensi mengalami peningkatan di tengah kondisi kualitas udara yang buruk.

‎"Kesiapsiagaan terhadap ketersediaan obat-obatan terkhusus obat ISPA dan diare," jelasnya.

‎Selain pelayanan medis, RSUD memperkuat mekanisme pelaporan kasus agar setiap kondisi yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah penanganan maupun pencegahan.

‎Rumah sakit juga menyiapkan mekanisme untuk menerima dan menangani komplain dari pasien atau keluarga pasien terkait pelayanan tenaga kesehatan.

‎"Kesiapsiagaan terhadap komplain dari pasien atau keluarga pasien terhadap pelayanan tenaga kesehatan, serta memperkuat sistem pelaporan kasus dan tindakan penanganan dan pencegahan," ucap Basaria.

‎Dari sisi operasional, kesiapan juga dilakukan terhadap ambulans dan petugas keamanan.

‎RSUD menyiapkan ruangan khusus yang dapat digunakan apabila kondisi karhutla memasuki masa tanggap darurat dan membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan tambahan.

‎Seluruh langkah tersebut dikoordinasikan dengan unit-unit pelayanan di lingkungan RSUD, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

‎Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi perkembangan kondisi kualitas udara serta dampak kesehatan yang ditimbulkan. 

Profil RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang

RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang tercatat dalam Daftar rumah sakit di Kabupaten Ketapang - Wikipedia sebagai rumah sakit umum daerah kelas C.

Informasi Umum

Kelas Rumah Sakit: Kelas C.

Alamat: Jl. D. I. Panjaitan No. 51, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Situs Resmi: RSUD Agoesdjam Kab. Ketapang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.