Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan pembongkaran dan revitalisasi trotoar di empat ruas jalan utama wilayah perkotaan pada Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Trotoar di Bandar Lampung Direvitalisasi demi Kenyamanan Pejalan Kaki
Langkah pembongkaran fasilitas pejalan kaki tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung atas instruksi Wali Kota Eva Dwiana demi meningkatkan kenyamanan serta keamanan warga saat beraktivitas di jalan raya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Bandar Lampung, Rayu R Wiranegara, mengonfirmasi bahwa pengerjaan penataan ulang ini mencakup kawasan Jalan Sultan Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Ahmad Yani.
Dalam proses pengerjaan di lapangan, petugas mengerahkan alat berat ekskavator beserta truk pengangkut untuk membersihkan sisa pilar dan puing trotoar lama yang rusak.
Pemkot menargetkan proyek pembenahan infrastruktur ini dapat mewujudkan tata ruang kota yang rapi sekaligus menjamin aksesibilitas publik yang lebih layak bagi seluruh pejalan kaki.
Pemandangan pembongkaran fasilitas jalan ini terlihat langsung di sepanjang area trotoar Jalan Jenderal Sudirman yang sedang diperbaiki.
Di lokasi pengerjaan bawah flyover, tampak garis pembatas kuning-hitam beserta papan peringatan dilarang melintas terpasang di sepanjang area perbaikan.
Tiga orang pekerja lapangan mengenakan rompi keselamatan dan helm kuning sibuk merapikan serta membersihkan puing-puing trotoar menggunakan sekop dan sapu, dibantu satu unit ekskavator serta truk berpelat BE 8635 TI.
Pekerjaan fisik tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi Dinas PU Kota Bandar Lampung di empat kecamatan berbeda.
"Trotoar ini masuk dalam kegiatan Bidang Bina Marga, berupa revitalisasi dan perbaikan trotoar di empat ruas jalan kota," ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Bandar Lampung, Rayu R Wiranegara, Kamis (3/9/2026).
Rayu merinci, empat titik penataan tersebut meliputi trotoar Jalan Sultan Agung di Kecamatan Way Halim, Jalan Pangeran Diponegoro di Kecamatan Telukbetung Utara, Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Enggal, serta Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Penataan ulang ini difokuskan untuk meningkatkan standar kenyamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya pejalan kaki di pusat keramaian kota. Kehadiran infrastruktur trotoar yang layak dinilai sangat penting untuk menciptakan tata ruang jalan yang tertata dan aman.
Sejumlah warga menyambut positif pembongkaran dan pembenahan fasilitas umum tersebut.
"Kalau trotoarnya bagus dan nyaman, tentu kami sebagai pejalan kaki lebih enak berjalan. Apalagi di jalan utama yang ramai kendaraan, trotoar yang layak sangat membantu," kata seorang pejalan kaki bernama Riska.
Warga lainnya, Atar, turut mengapresiasi pengerjaan infrastruktur ini karena tidak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga memberikan perlindungan bagi pejalan kaki.
Masyarakat berharap program perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga ke wilayah pemukiman lainnya.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)