Target Rp50 Triliun, Kementerian PKP Mencatat Realisasi KUR Perumahan 2026 Tembus Rp22,1 Triliun
Adiana Ahmad September 04, 2026 01:19 AM

POS-KUPANG.COM -  Pemerintah menetapkan Target KUR 2026 sebesar Rp50 Yriliun.

Dari target tersebut, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman ( Kementian PKP ) mencatat telah terealisasi Rp22,1 Triliun atau setara 57,8 persen hingga akhir Juli 2026.

Sementara jika dibandingkan dengan plafon yang telah ditingkatkan menjadi Rp 50 triliun, realisasinya mencapai 44,2 % .

Jika dilihat dari data realisasi maka sisa kuota KUR 2026 per Juli 2026 masih sangat banyak.

Ini peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan dana segar untk ekspansi usaha.

Baca juga: Panduan Cara Caftar KUR BRI September 2026 lengkap dengan Syarat dan Tabel Angsurannya

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menyatakan, peningkatan realisasi tersebut terjadi setelah pemerintah menaikkan plafon KPP dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.

"Alhamdulillah ya untuk kredit program perumahan realisasinya dari waktu ke waktu semakin baik. Teman-teman juga mungkin sudah mengetahui bicara platform bahkan kemarin di rakomjak itu sudah ditingkatkan dari Rp 36 triliun ditingkatkan jadi Rp 50 triliun," kata Sri di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sri, hingga saat ini total debitur KPP telah mencapai 99.562 nasabah. Dari sisi suplai, penyaluran didominasi oleh toko bahan bangunan sebanyak 1.379 nasabah, disusul pengembang atau developer sebanyak 1.123 nasabah, serta kontraktor sebanyak 303 nasabah.

Sementara itu, penyaluran dari sisi permintaan (demand) masih mendominasi dengan jumlah 96.757 debitur. Kelompok ini merupakan masyarakat yang memiliki usaha dan memanfaatkan KPP untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah.

Berdasarkan catatan Investortrust, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran KUR perumahan melalui KPP telah mencapai sekitar Rp 10,9 triliun per 26 Juli 2026. Nilai tersebut setara 90,83?ri target penyaluran sebesar Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada perseroan pada 2026.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto menyatakan, realisasi tersebut diyakini dapat memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah pada tahun ini.

Baca juga: Tabel KUR Mandiri September 2026, Cek Simulasi Pinjaman Plafon Rp100 Juta Tenor 60 Bulan Rp1.933.280

"Kalau KPP perumahan sendiri, per tanggal 26 Juli, itu sudah menyalurkan sekitar Rp 10,9 triliun dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Jadi dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai ya, mudah-mudahan di tahun ini," kata Aris di Gedung BRI, Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (27/7/2026) malam.

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menteri PKP Maruarar Sirait saat akad massal 62.000 KPR FLPP di Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Foto: BPMI Setpres/ Cahyo.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, BRI menjadi penyalur KPP terbesar secara nasional. Per 25 Mei 2026, realisasi penyaluran KPP BRI tercatat sebesar Rp 9,2 triliun.

Ara menjelaskan, penyaluran tersebut terdiri dari sisi suplai dan permintaan. Pada sisi suplai, realisasi mencapai 752 nasabah dengan nilai Rp 1,1 triliun. Sementara pada sisi permintaan mencapai 65.576 nasabah senilai Rp 8,1 triliun atau sekitar 54?ri total realisasi nasional.

Secara nasional, realisasi KPP per 25 Mei 2026 mencapai Rp 16,8 triliun. Rinciannya, sisi suplai sebanyak 1.875 nasabah dengan nilai Rp 4,8 triliun dan sisi permintaan sebanyak 78.001 nasabah senilai Rp 11,99 triliun.

Ara menyebut, program KPP menyasar dua sisi, yakni suplai dan permintaan. Pada sisi suplai, program dapat diakses kontraktor, pengembang hingga toko bangunan dengan plafon maksimal Rp 10 miliar yang dapat diperpanjang hingga Rp 20 miliar dengan bunga subsidi 5 % . Sementara pada sisi permintaan, program ditujukan bagi pelaku UMKM yang ingin membeli, merenovasi, atau membangun properti untuk kegiatan usaha. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.