Antrean BBM Mengular, Pemkot Kotamobagu Minta Penjelasan 5 Koordinator SPBU
Gryfid Talumedun September 04, 2026 01:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Antrean kendaraan yang mengular disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kotamobagu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Pemkot Kotamobagu memilih tidak membiarkan persoalan itu menjadi bola liar.

Lima perwakilan koordinator SPBU yang beroperasi di wilayah Kotamobagu langsung dipanggil untuk meminta penjelasan mengenai kondisi distribusi dan pelayanan BBM di lapangan.

Asisten II Pemerintah Kota Kotamobagu, Noval C Manopo, mengaku heran melihat antrean panjang terjadi hampir di setiap SPBU.

Baca juga: Antrean Solar Subsidi Capai 1,6 Km di Kotamobagu, Akademisi: Logistik hingga Ekonomi Bisa Terganggu

“Kalau stok BBM tersedia, kenapa terjadi antrean panjang disetiap SPBU? Ini yang perlu kita telusuri,” kata Noval, Kamis 3 September 2026. 

Menurut dia, persoalan tersebut harus segera dicari akar masalahnya. 

Pemerintah tidak ingin antrean yang terus terjadi justru memicu keresahan dan kepanikan masyarakat.

Pihaknya perlu mendapatkan gambaran yang jelas dari pengelola SPBU. 

Apakah persoalannya berada pada pola distribusi, waktu pelayanan, lonjakan permintaan, atau terdapat kendala lain di lapangan.

“Jangan sampai kondisi ini membuat masyarakat panik. Karena itu harus kita cari tahu penyebab sebenarnya,” ujarnya.

Pertemuan dengan para pimpinan SPBU menjadi langkah awal Pemkot untuk membuka persoalan tersebut. 

Pemerintah ingin memastikan informasi mengenai ketersediaan BBM ditingkat SPBU sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

Sebab di lapangan, antrean panjang bukan sekadar persoalan kendaraan yang harus menunggu. 

Bagi pengemudi angkutan, pelaku usaha, pekerja dan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kendaraan, kelangkaan atau keterlambatan mendapatkan BBM dapat mengganggu roda ekonomi.

Ia pun meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.

Kalau stok memang tersedia, pemerintah ingin mengetahui mengapa masyarakat tetap harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean. 

Sebaliknya, kalau terdapat kendala distribusi atau pelayanan, persoalan itu perlu segera dibenahi.

“Kita perlu telusuri bersama agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak panik,” kata Noval.

Kini perhatian tertuju pada hasil pertemuan Pemkot dengan lima pimpinan SPBU tersebut. 

Dari sana, pemerintah diharapkan dapat mengurai misteri di balik antrean BBM yang terus mengular di Kotamobagu. (Nie)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.