SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU- Warga Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, dibuat khawatir dengan kemunculan seekor beruang di area perkebunan warga.
Beruang tersebut diketahui berkeliaran di perkebunan yang lokasinya hanya sekitar 50 meter dari permukiman warga.
Warga sempat berupaya memburu dan mengusir beruang tersebut agar kembali ke habitatnya. Namun, upaya itu dilarang pihak kelurahan karena beruang merupakan satwa yang dilindungi.
Lurah Lubuk Binjai Mustakim mengatakan, keberadaan beruang pertama kali diketahui oleh pekerja PT KAI yang sedang melakukan pengecekan jalur kereta api Lubuklinggau-Empat Lawang.
"Pagi tadi informasi yang saya terima dari warga beruang itu sepertinya masih berkeliaran di area perkebunan, sempat merusak tanaman berupa pohon kelapa," ungkap Mustakim kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Warga Lubuklinggau Heboh, Ada Beruang Besar Berkeliaran Dekat Kebun Karet dan Pemukiman
Menurutnya, warga kini merasa takut untuk beraktivitas di kebun karena khawatir beruang tersebut masuk ke kawasan permukiman.
Mustakim menduga beruang tersebut turun ke area perkebunan untuk mencari makanan dan sumber air, terutama karena kondisi cuaca yang sedang panas.
"Kemunculan ini informasi dari warga baru ini, karena mungkin kelaparan, kan musim panas sekarang ini. Musim panas, hutan lindung sekarang banyak rusak," ujarnya.
Untuk menjauhkan beruang dari permukiman, sejumlah warga sempat berupaya memburu dan mengusir satwa tersebut.
"Tapi saya larang karena itu dilindungi. Katanya warga takut karena takutnya nanti ngamuk ke pemukiman," kata Mustakim.
Pihak kelurahan kemudian berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk menangani kemunculan satwa tersebut.
Mustakim mengimbau warga untuk sementara menunda aktivitas di kebun dan meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi dinyatakan aman.
"Kami mengimbau masyarakat agar hati-hati dan untuk sementara menunda dulu aktivitas ke kebun," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumatera Selatan Yusmono mengatakan, petugas BKSDA sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
"Penyebabnya beruang turun dan masuk ke perkebunan ini belum tahu, belum bisa kasih statement. Petugas belum cek ke situ, sekarang sudah dalam perjalanan. Situasi sekitar juga teman-teman belum tahu," ungkap Yusmono.