Marah, Nangis hingga Sujud Minta Maaf, Vilmei Ungkap Reaksi 3 Tersangka Penilap Uang Rp1,2 Miliar
Weni Wahyuny September 04, 2026 05:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Konten Kreator Vilmei mendatangi kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan tambahan sekaligus menyerahkan barang bukti terkait kasus penggelapan dana di perusahaannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka yang kini resmi ditahan di dalam sel tahanan.

Gugatan hukum ini bermula dari aksi penggelapan dana saldo TikTok milik Vilmei yang terakumulasi selama bertahun-tahun. 

Total kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar, sebuah angka yang berawal dari ketidakcurigaan terhadap tim internalnya sendiri.

"Tadi habis penyidikan beberapa hal, terus habis ngasih barang bukti juga, habis itu nganterin si Arka sama Zara tersangkanya ini ke dalam sel," ujar Vilmei dalam kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Tribunsumsel.com, Jumat (4/9/2026).

"Udah tersangka tiga orang," lanjutnya saat mengonfirmasi status hukum para pelaku.

Baca juga: Biaya sang Pacar hingga Foya-Foya Diduga jadi Motif Karyawan Vilmei Gelapkan Rp1,3 Miliar

RUGI RP1,3 M -- Potret Vilmei yang ia bagikan di laman instagram pribadinya. Karyawan host live Vilmei berinisial Z nekat menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp1,3 miliar dengan memanfaatkan akses ponsel operasional. Modus ini dilakukan dengan mengubah saldo TikTok bisnis menjadi koin, lalu dikirimkan sebagai gift ke akun-akun fiktif.
RUGI RP1,3 M -- Potret Vilmei yang ia bagikan di laman instagram pribadinya. Karyawan host live Vilmei berinisial Z nekat menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp1,3 miliar dengan memanfaatkan akses ponsel operasional. Modus ini dilakukan dengan mengubah saldo TikTok bisnis menjadi koin, lalu dikirimkan sebagai gift ke akun-akun fiktif. (Instagram/@vilmei)

Hal yang paling menyita perhatian Vilmei saat proses penahanan berlangsung adalah perbedaan reaksi yang ditunjukkan oleh para tersangka. 

Dua tersangka lainnya, yakni kekasih Zara dan seorang rekannya yang ikut menerima aliran dana, menunjukkan penyesalan hingga menangis dan bersujud di hadapannya saat bertemu di Polres.

"Kalau yang cowok sama temannya itu dia sujud-sujud tadi. Tadi barusan aku sampai dipelukin enggak boleh pergi sama meka, benar-benar minta tolong dicabut. 'Maaf, maaf, maaf, nanti aku ganti semua uangnya, aku kerja'," ungkap Vilmei menirukan permohonan tersangka lain yang memohon agar laporan dicabut.

Namun, respons berbanding terbalik justru ditunjukkan oleh Zara. 

Sebagai pihak utama yang merencanakan dan mengeksekusi pengambilan dana tersebut, ia sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan maupun raut wajah bersalah secara emosional.

"Tapi si yang cewek, yang karyawan aku ini mukanya, Bang, benar-benar kayak gitu, kayak marah gitu. Mukanya kayak orang marah," tutur Vilmei menggambarkan ekspresi pelaku utama.

Sikap tenang dan dingin tersebut ternyata sudah ditunjukkan Zara sejak awal kasus ini terbongkar di internal kantor. 

Di saat seluruh anggota tim lain merasa sedih dan menangis atas peristiwa yang terjadi, Zara menjadi satu-satunya orang yang menunjukkan gestur santai seolah tidak terlibat.

"Pada menangis-nangis semua. Yang enggak menangis dia doang. Jadi semua yang menangis, dia doang yang enggak menangis dan mukanya benar-benar enggak ngerasa salah," kata Vilmei menjelaskan kecurigannya sejak awal.

Modus Pengambilan Dana Tanpa Izin

Aksi penggelapan ini dapat berjalan selama hampir satu tahun tanpa terdeteksi karena memanfaatkan celah jam kerja. 

Pelaku utama, Zara, yang bertugas sebagai host live pada shift malam, secara diam-diam mengambil telepon genggam fasilitas kantor dari laci ruang editor yang sudah kosong.

Melalui telepon genggam tersebut, Zara menukar saldo akun milik Vilmei menjadi koin TikTok, lalu mengirimkan gift bernilai tinggi ke puluhan akun penampung yang sudah disiapkan. 

Dana tersebut kemudian dicairkan secara berkala hingga mencapai puluhan juta rupiah per bulan tanpa perlu verifikasi kata sandi ataupun konfirmasi pemilik akun.

"Jadi kan dia host live. Kalau dia lagi shift malam itu kan kantor udah kosong tuh, editor semua udah kosong. Dia pergi ke ruang editor, dia buka laci yang ada HP kantor yang ada akun aku, dibawa pulang sama dia handphone-nya," terang Vilmei menjelaskan alur kejadian.

"Dan besokannya dia datang pagi sebelum semua orang datang, ditaruh lagi," imbuhnya mengenai rapinya alur pencurian tersebut.

Baca juga: Siasat Licik Karyawan Sedot Dana Saldo TikTok Vilmei hingga Rp1,3 Miliar, Ada Peran Orang Lain

Hasil Penggelapan dan Keputusan Menempuh Jalur Hukum

Berdasarkan pengakuan dan penelusuran bukti, uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk membiayai gaya hidup pribadi Zara dan orang terdekatnya. 

Dana tersebut dipakai untuk merayakan pesta ulang tahun di klub malam, menyewa tempat tinggal, membelikan telepon genggam, mengkredit sepeda motor, hingga membiayai kebutuhan sekolah kekasihnya.

Meskipun sempat merasa iba dan dilema karena baru pertama kali memenjarakan orang yang dikenal, Vilmei memutuskan untuk tetap melanjutkan proses hukum sesuai arahan keluarga. 

Baca juga: Profil Vilmei, Selebgram Eks Pacar Willie Salim Diduga Ditipu Karyawannya, Uang Rp1,2 M Ditilap

Langkah tegas ini diambil agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi ikhtiar untuk menghentikan kebiasaan buruk yang merugikan.

"Karena aku enggak mau ini jadi habit... Aku mikir kayaknya kali ini ya udahlah, gue jalanin tugas gue sebagai warga negara. Apa salahnya, ya udahlah kita proses aja," tegas Vilmei.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyidikan pihak kepolisian. 

Ketiga tersangka diproses atas dugaan tindak pidana penggelapan dan aliran dana, sementara Vilmei memastikan akan terus mengawal proses ini hingga agenda persidangan di pengadilan usai.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.