TRIBUNJOGJA.COM – Kimpul belakangan ini ikut menjadi perbincangan setelah muncul konten tiktok black.sheep8208, seorang ibu di Yogyakarta yang memperlihatkan berbagai cara mengolah bahan makanan dengan memanfaatkan umbi-umbian.
Kimpul menjadi salah satu bahan yang menarik perhatian karena selama ini belum banyak orang yang mengetahui dan mengolahnya menjadi makanan dengan tampilan kekinian.
Di balik tren tersebut, ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan, yaitu bagaimana kita bisa memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.
Umbi-umbian seperti kimpul tidak hanya dapat menjadi alternatif sumber pangan, tetapi juga bisa dikreasikan menjadi berbagai jenis makanan yang menarik.
Kimpul sendiri lebih sering dikenal sebagai bahan pangan yang diolah dengan cara sederhana, seperti direbus atau dikukus. Padahal, umbi ini dapat dikembangkan menjadi berbagai hidangan dengan rasa dan tekstur yang berbeda.
Mulai dari makanan gurih hingga camilan manis, berikut lima rekomendasi olahan kimpul yang bisa menjadi inspirasi:
Mashed kimpul bisa menjadi pilihan bagi yang ingin menikmati kimpul dengan tekstur yang lebih lembut.
Kimpul yang sudah matang dihaluskan hingga mendapatkan tekstur menyerupai mashed potato, kemudian dapat ditambahkan susu, mentega, garam, atau bumbu sesuai selera.
Rasanya cenderung gurih dengan tekstur lembut sehingga cocok dijadikan pendamping makanan utama.
Mashed kimpul juga bisa dikreasikan menggunakan tambahan keju, lada, atau bumbu lainnya agar rasanya semakin kaya.
Mango sticky rice dikenal sebagai hidangan yang memadukan ketan, mangga, dan saus santan.
Konsep tersebut dapat dikreasikan menggunakan kimpul sebagai bahan utamanya.
Kimpul yang telah dimasak kemudian diolah hingga memiliki tekstur yang lembut dan disajikan bersama potongan mangga serta saus santan.
Perpaduan rasa manis dari mangga dan gurihnya santan membuat olahan ini menjadi kreasi kimpul yang cukup unik
Tidak hanya makanan tradisional, kimpul juga bisa digunakan sebagai bahan dalam pembuatan cookies.
Kimpul yang telah dimasak dan dihaluskan dapat dicampurkan ke dalam adonan untuk menghasilkan kimpul chewy cookie.
Tekstur cookies dapat dibuat lebih lembut dan kenyal di bagian dalam.
Tambahan seperti cokelat atau choco chips juga bisa digunakan untuk memberikan rasa yang lebih familiar.
Kreasi ini cocok bagi yang ingin mengubah kimpul menjadi camilan dengan bentuk yang lebih modern.
Baca juga: Tak Suka Rebung? Coba Lumpia Malioboro, Bisa Jadi Malah Ketagihan
Kimpuljeon merupakan kreasi yang terinspirasi dari jeon, makanan Korea yang umumnya dibuat dari bahan tertentu yang dicampur atau dilapisi adonan kemudian dimasak di atas wajan.
Dalam kreasi ini, kimpul menjadi bahan utama yang memberikan tekstur khas.Kimpul dapat diparut atau dihaluskan, kemudian dicampur dengan bahan pendukung dan bumbu.
Tambahan daun bawang atau sayuran juga dapat digunakan untuk memperkaya rasa. Hasilnya bisa dinikmati sebagai camilan maupun lauk.
Sushi kimpul menjadi salah satu kreasi yang memadukan bahan pangan lokal dengan konsep makanan Jepang.
Kimpul yang sudah dimasak dapat digunakan sebagai salah satu komponen dalam sushi bersama berbagai isian.
Isiannya bisa disesuaikan dengan bahan yang tersedia, seperti telur dan sayuran. Penggunaan kimpul memberikan tekstur serta karakter rasa yang berbeda dari sushi pada umumnya.
Kreasi seperti ini juga menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih modern dan menarik.
Munculnya berbagai kreasi kimpul bisa menjadi pengingat bahwa bahan pangan lokal memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan.
Tidak harus selalu mengikuti cara pengolahan yang sudah umum, kimpul dapat dikreasikan menjadi hidangan yang lebih beragam sesuai selera.
Selain menghasilkan makanan yang menarik, pemanfaatan umbi-umbian juga dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengenal kembali sumber pangan yang ada di sekitar.
Dengan begitu tren mengolah kimpul tidak hanya berhenti sebagai konten viral, tetapi juga bisa menjadi inspirasi untuk lebih menghargai dan memanfaatkan pangan lokal. (MG Adelia Mehra)