Banyak Korban yang Masih Hilang, Warga Nepal Gelar Pemakaman Simbolis Pakai Boneka Rumput
Laksmi Anindita September 04, 2026 05:54 PM

TRIBUNWOW.COM - Warga Nepal menggelar upacara pemakaman simbolis bagi anggota keluarga mereka yang hingga kini masih hilang setelah bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut pekan lalu.

Upacara tersebut berlangsung di Pashupati Aryaghat, Kota Kathmandu, pada Rabu (2/9/2026).

Dalam ritual tersebut, para pelayat membuat patung menyerupai tubuh manusia menggunakan ikatan rumput kusha yang dianggap suci.

Patung itu kemudian dibungkus menggunakan kain berwarna kuning sebelum warga melakukan prosesi persembahan di dekat api kecil.

Ritual tersebut dilakukan agar keluarga tetap dapat menjalankan prosesi pemakaman sesuai tradisi Hindu, meskipun jasad anggota keluarga mereka belum ditemukan.

Patung berbahan rumput kusha tersebut menjadi simbol bagi orang-orang yang masih dinyatakan hilang akibat bencana.

Sejumlah warga juga tampak menjalani tradisi pencukuran rambut sebagai bagian dari rangkaian ritual pemakaman.

Salah seorang warga, Ramesh Kadka, menggambarkan banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China sebagai tragedi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Ia berharap tim penyelamat dapat segera menemukan para korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

"Ini adalah tragedi yang sangat besar – sesuatu yang tidak pernah bisa dibayangkan siapa pun," ujar Ramesh Kadka.

Banjir bandang tersebut diduga terjadi setelah runtuhnya gletser di kawasan Pegunungan Himalaya.

Berdasarkan laporan yang disebutkan, sedikitnya 1.204 orang meninggal dunia di Nepal dan lebih dari 4.200 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

 

SUMBER: 'Heartbreaking situation' - Nepal families turn to symbolic Hindu funerals for relatives still missing after Himalayan floods

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.