TRIBUNNEWS.COM - Polisi Israel menembak mati seorang pria Palestina di dekat Gerbang Damaskus, Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki, pada Jumat (4/9/2026).
Polisi Israel mengklaim pria tersebut berusaha melakukan serangan penikaman terhadap petugas.
Dalam pernyataannya, polisi mengatakan petugas yang beroperasi di sekitar Gerbang Damaskus melihat seorang warga Yerusalem Timur berusia 33 tahun yang disebut berusaha melakukan serangan penikaman menggunakan pisau.
Polisi kemudian melepaskan tembakan ke arah pria tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, pria itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi tidak mengungkapkan identitas korban maupun memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi insiden tersebut, mengutip Anadolu Agency, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Wamenlu Tegaskan Gerakan Non Blok Punya Utang Sejarah Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina
Menurut Wafa, pasukan Israel juga memberlakukan pengepungan militer dan memperketat pengamanan di kawasan tersebut.
Situasi tersebut dilaporkan menghambat warga Palestina yang hendak memasuki kawasan untuk menunaikan shalat Subuh.
Insiden penembakan, penikaman, dan serangan menggunakan kendaraan yang menargetkan tentara atau pemukim Israel secara berkala terjadi di wilayah Palestina yang diduduki.
Kekerasan tersebut berlangsung di tengah perang Israel di Jalur Gaza serta operasi dan serangan di Tepi Barat yang diduduki.
Sejak 8 Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya di Gaza, berdasarkan data yang tercantum dalam laporan tersebut.
Di Tepi Barat yang diduduki, serangan oleh tentara dan pemukim Israel sejak dimulainya perang di Gaza juga dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.
Sekitar 24.000 warga Palestina juga dilaporkan telah ditangkap.
(*)