Pajak Bertutur 2026 di Sidoarjo, Siswa SMP Belajar soal APBN dan Pajak
Titis Jati Permata September 05, 2026 08:32 AM

 

SURYA.co.id, SIDOARJO - Bagaimana jalan raya dibangun? Dari mana negara membiayai sekolah dan layanan kesehatan? Hingga apa yang terjadi jika suatu negara tidak memungut pajak?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran siswa SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Jawa Timur,  dalam kegiatan Pajak Bertutur 2026, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II (Kanwil DJP Jatim II) itu mengajak para siswa mengenal pajak dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema 'Pajak Kita, Energi Generasi Juara' dengan tagline 'Sehari Mengenal, Selamanya Bangga', kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran pajak kepada generasi muda sejak bangku sekolah.

Pajak Dikenalkan sebagai Bentuk Gotong Royong

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Arridel Mindra mengatakan, pengenalan pajak kepada siswa tidak sebatas memberikan pengetahuan mengenai kewajiban perpajakan.

Lebih dari itu, siswa diajak memahami pajak sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam membiayai kebutuhan negara dan pembangunan.

“Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan oleh sektor swasta, sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak,” kata Arridel kepada wartawan.

Menurut dia, masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih besar pada prinsipnya memberikan kontribusi pajak lebih besar.

Penerimaan tersebut kemudian digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara yang manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.

Pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infrastruktur menjadi contoh manfaat yang dikenalkan kepada para siswa.

Bukan Sekadar Hafal Pengertian Pajak

Arridel berharap, Pajak Bertutur 2026 dapat membentuk pemahaman siswa bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kontribusi bersama.

“Pajak Kita, Energi Generasi Juara. Bukan sekadar tema Pajak Bertutur 2026, tetapi juga menjadi semangat untuk menyiapkan generasi muda yang memahami bahwa kontribusi melalui pajak merupakan bagian dari gotong royong dalam membangun Indonesia,” ujarnya.

Tagline 'Sehari Mengenal, Selamanya Bangga' juga diharapkan menjadi pesan jangka panjang. Satu hari mengenal pajak di sekolah diharapkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Pajak Dianalogikan Seperti Air bagi Tubuh

Agar mudah dipahami siswa SMP, materi perpajakan disampaikan dengan bahasa sederhana dan menggunakan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Penyuluh Pajak Ahli Muda DJP Jatim II, Gisella Ayu Pradipta, mengibaratkan pajak seperti air bagi tubuh manusia.

Air merupakan kebutuhan penting bagi tubuh, sedangkan pajak menjadi salah satu sumber penerimaan penting bagi negara.

“Pajak sebagai sumber penerimaan dominan, juga diperlukan negara untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Ada infrastruktur, keamanan, keuangan, kesehatan dan pendidikan,” kata Gisella.

Dalam sesi tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan istilah free rider. Istilah itu merujuk pada pihak yang memiliki kewajiban berkontribusi melalui pajak, tetapi tidak membayar pajak namun tetap menikmati manfaat pembangunan.

Gisella menjelaskan, pajak masih menjadi sumber penerimaan yang dominan dalam APBN, selain sumber penerimaan lain seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Digelar Bertepatan dengan HUT Sekolah

Pajak Bertutur 2026 juga menjadi momentum khusus bagi SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 3 September, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Yayasan Pembangunan Jaya sekaligus hari ulang tahun Sekolah Pembangunan Jaya.

Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Dewi Masyithoh, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Kanwil DJP Jawa Timur II karena memilih sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan Pajak Bertutur 2026.

Menurut Dewi, pengenalan pajak sejak dini penting karena penerimaan pajak kembali dimanfaatkan untuk membangun dan membiayai berbagai fasilitas yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Program Pajak Bertutur merupakan bagian dari Inklusi Kesadaran Pajak, yang bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak dalam pendidikan secara terstruktur, sistematis dan berkesinambungan serta membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” kata Dewi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.