Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Erupsi Beruntun Terjadi Sejak Pagi
Laksmi Anindita September 05, 2026 10:37 AM

TRIBUNWOW.COM - Warga di sekitar pesisir Selat Sunda imbau tetap waspada menyusul kembalinya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Abu vulkanik berwarna hitam pekat teramati bergerak ke arah barat hingga barat laut mengancam keselamatan pelayaran.

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik intensif pada Jumat (4/9/2026).

Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami letusan beruntun sejak pagi hingga malam hari.

Berdasarkan rekaman visual yang beredar, aktivitas erupsi pada malam hari memperlihatkan pendaran cahaya dari kawah puncak.

Pendaran tersebut diduga kuat berasal dari fenomena lava fountain atau air mancur lava dengan ketinggian lontaran berkisar antara 100 hingga 400 meter.

Baca juga: Hadiri Forum Ekonomi Timur di Rusia, Steven Seagal Disambut Hangat Putin dan Delegasi

Suara dentuman dan gemuruh juga dilaporkan terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran.

Sebelum lontaran lava malam hari terjadi, Pos Pengamatan mencatat Gunung Anak Krakatau telah empat kali erupsi sejak pagi hari.

Tiga letupan pertama terjadi secara beruntun pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, dan 04.28 WIB.

Meski tiga erupsi awal tidak teramati secara visual karena tertutup kabut, aktivitas kegempaannya terekam jelas pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum masing-masing 33 mm, 60 mm, dan 70 mm.

Erupsi keempat yang terjadi pada pukul 05.46 WIB berhasil teramati secara visual.

Saat itu, kawah menyemburkan kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak, atau 457 meter di atas permukaan laut.

Seismogram mengonfirmasi erupsi keempat berlangsung selama kurang lebih 27 detik dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.

Hembusan angin dilaporkan membawa sebaran abu vulkanik tersebut bergerak ke arah barat hingga barat laut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat maupun nelayan untuk tidak mendekati radius bahaya yang telah ditetapkan di sekitar kawah Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Data BPS Disorot Elite PDIP! Guntur Romli: Pemerintah Seperti Berhalusinasi di Atas Kertas

https://bogor.tribunnews.com/news/320683/update-gunung-anak-krakatau-jumat-4-september-2026-erupsi-4-kali-kegempaan-masih-tinggi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.