"Saya Tak Mau Makan Lagi" Kesaksian Siswa di Karo setelah Jadi Korban Keracunan MBG
Akmal KhoirulHabib September 05, 2026 02:12 PM

- Ratusan pelajar tingkat sekolah menengah atas di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Korban merupakan pelajar SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG dari SPPG Sempajaya.

Peristiwa tersebut membuat suasana di Berastagi diliputi kepanikan hingga pihak sekolah dan petugas melakukan evakuasi para pelajar ke sejumlah rumah sakit.

Hingga Jumat (14/8/2026), ratusan pelajar masih menjalani perawatan di empat rumah sakit yang berada di Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe.

Salah satu pelajar yang menjadi korban adalah Aldi Prayoga, siswa kelas XII SMAN 1 Berastagi yang masih menjalani perawatan di RSUD Kabanjahe.

Aldi menceritakan, dirinya menyantap menu MBG seperti biasa saat jam makan siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, ia mulai merasakan kejanggalan ketika menyantap ikan dencis dan sayuran yang menurutnya memiliki rasa asam.

"Awalnya saya makan ikannya, terus terasa asam. Saya kira mulut saya yang asam, rupanya memang ikannya, sayurnya juga asam," ujar Aldi, Jumat (14/8/2026).

Setelah merasakan rasa yang tidak biasa tersebut, Aldi memilih berhenti menyantap makanan.

Sekitar 15 menit kemudian, ia mulai merasakan gatal pada bagian dalam leher yang disusul sakit perut, pusing, dan mual.

"Siap gatal-gatal, terus langsung sakit perut, ada pusingnya sedikit. Adalah itu jedanya dari makan, sekitar 15 menit langsung gatal-gatal sampai sakit perut," katanya.

Aldi kemudian meminta obat kepada gurunya setelah pihak sekolah menghubungi Puskesmas Berastagi untuk menangani para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan.

"Langsung minum obat, minta obat dari Puskesmas karena udah dipanggil sekolah datang orang Puskesmas," tuturnya.

Setelah mengonsumsi obat, kondisi Aldi sempat membaik sehingga ia bahkan masih membantu mengevakuasi sejumlah temannya yang mengalami kondisi lebih parah.

Aldi mengaku melihat beberapa temannya mengalami kondisi hingga kejang-kejang sebelum dibantu untuk dinaikkan ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit.

Setelah kondisinya stabil, Aldi pulang ke rumah sekitar pukul 15.00 WIB dengan dijemput orangtuanya.

Namun, sekitar dua jam kemudian, sakit perut yang dirasakannya kembali kambuh dengan intensitas lebih kuat hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

"Pas masih di sekolah sakit perutnya masih bisa ditahan, tapi pas di rumah baru sakit kali perutku makanya enggak tertahan, langsung dibawa ke sini (rumah sakit)," pungkasnya.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi Aldi yang mengaku tidak ingin lagi mengonsumsi menu MBG setelah mengalami keracunan.

"Trauma bang," ujar Aldi.

Ia bahkan berencana membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di sekolah setelah kembali beraktivitas agar tidak perlu lagi menyantap menu MBG.

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, sekitar 250 siswa SMAN 1 Berastagi dilaporkan menjadi korban keracunan yang diduga berkaitan dengan menu MBG.

Di kelas Aldi yang berisi 36 siswa, sebanyak 12 siswa disebut mengalami keracunan.

Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih dalam penanganan pihak terkait. (*)

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Medan
Editor: Akmal Khoirul Habib

#KeracunanMassal #Berastagi #Karo #MBG #MakanBergiziGratis #SiswaKeracunan #SMAN1Berastagi #Kesehatan #SumateraUtara #SaksiKata

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.