TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) memasang target besar untuk Partai Gerindra menghadapi kontestasi politik mendatang.
YSK menargetkan Gerindra bukan hanya memenangkan pemilihan kepala daerah, tetapi juga menguasai mayoritas kursi DPRD provinsi maupun kabupaten/kota di Sulut.
Hal itu disampaikan YSK saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC Gerindra Kota Manado yang digelar di Courtyard by Marriott Manado, Sabtu (5/9/2026).
Turut hadir Sekretaris DPD Gerindra Sulut Harvan Boki, Ketua DPC Gerindra Manado Lucky Schram bersama jajaran pengurus dan kader.
Dalam kesempatan tersebut, YSK meminta seluruh kader menjadikan Rakercab sebagai momentum menyusun strategi pemenangan yang konkret.
"Yakin dan percaya, bupati/wali kota ke depan harus mayoritas Gerindra! Harus! Wajib!" tegas YSK di hadapan kader.
Tak hanya kepala daerah, YSK juga membidik perolehan kursi legislatif.
Ia menargetkan Gerindra mampu menguasai sedikitnya 25 dari 45 kursi DPRD Sulut pada periode mendatang.
"DPRD Provinsi ada 45, hari ini cuma 4. Besok saya harus punya 25!" ujarnya.
YSK mengaku telah menghitung potensi kemenangan Gerindra di setiap daerah pemilihan.
Ia bahkan menargetkan perolehan kursi DPRD Kota Manado meningkat signifikan.
"Kalau kita tambah lagi menjadi 14 lagi jadi 20, bisa enggak?" tanya YSK.
Serentak kader menjawab, "Bisa!"
YSK kemudian menegaskan, target tersebut bukan sekadar slogan.
Menurutnya, kemenangan harus dirancang melalui kerja politik yang terukur.
"Saya optimistis. Saya lihat wajah-wajah semangat, wajah-wajah optimistis ada di depan saya semua ini," katanya..
Ia meminta hasil Rakercab selama dua hari benar-benar menghasilkan program kerja yang bisa menjadi pedoman kader menghadapi Pemilu maupun Pilkada mendatang.
"Manfaatkan betul, laksanakan diskusi yang tajam, menghasilkan produk menjadi pedoman kita bekerja untuk menghadapi Pilpres, Pilkada, Pileg kabupaten/kota, bahkan Pileg DPR RI," tegasnya.
YSK juga mengingatkan kader agar tidak sekadar mengandalkan semangat politik.
Menurutnya, perjuangan politik harus dibarengi kerja keras dan doa.
"Jangan juga kita semangat-semangat lupa berdoa, lupa sembahyang. Jadi tetap kita harus mengembalikan kepada-Nya. Ora et labora, bekerja dan berdoa," ucapnya.
Bagi YSK, tidak ada kemenangan yang datang tanpa kerja.
Ia mengibaratkan perjuangan politik seperti seseorang yang menginginkan roti. Menurutnya, doa harus disertai usaha untuk mendapatkan hasil.
"Kalau nggak bekerja, ya cuma berdoa saja. 'Tuhan, saya minta roti', ya enggak datanglah itu roti kalau kamu enggak bekerja," katanya.
YSK kemudian meminta kader Gerindra tidak malu untuk menyatakan keinginan maju dalam kontestasi politik.
Menurutnya, kader yang merasa memiliki kekuatan di daerah tertentu harus berani menyampaikan keinginannya.
"Orang politik tidak boleh malu!" tegasnya.
YSK menegaskan Gerindra kini memiliki modal politik besar di Sulut karena posisi gubernur berada di tangan kader partai.
"Apalagi presiden kita Gerindra, gubernurnya Gerindra. Saya rasa dengan semangat yang tidak pernah padam, cita-cita kita pasti akan diridoi kalau kita juga sertai dengan doa," ujarnya.
Ia pun menyerukan agar Gerindra tidak berhenti pada kemenangan Pilgub Sulut.
"Sudah waktunya kita menjadi pemenang! Sudah waktunya. Kalau kemarin, okelah gubernurnya menang, lain-lain masih kalah, enggak apa-apa. Esok, kita akan kuasai semuanya," kata YSK.
YSK bahkan menegaskan dirinya siap turun tangan dalam penyusunan strategi pemenangan.
"Saya tidak main-main," tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan kader bahwa kemenangan Gerindra pada Pilgub Sulut menjadi bukti bahwa tidak ada target politik yang mustahil selama dirancang dan dikerjakan dengan serius.
YSK juga menyinggung proses perjuangan dirinya hingga akhirnya memenangkan Pilgub Sulut.
Menurutnya, ketika awal perjuangan elektoral, masih banyak pihak yang meragukan peluang kemenangan.
"Cuma 7 persen, gimana kita menang?" kenangnya.
Namun, YSK menyebut dirinya memiliki pengalaman dan strategi untuk menghadapi pertarungan politik.
"YSK itu intelijen. YSK itu ahli strategi," ujarnya.
Meski demikian, ia mengatakan kemenangan tersebut tidak diraih dengan politik uang.
"Apa upayamu? Apakah YSK pakai uang?" tanya YSK yang kemudian dijawab kader, "Tidak!"
"Ada? Enggak ada! Enggak ada kita main amplop, serangan fajar, enggak ada!" tegasnya.
YSK mengajak seluruh kader Gerindra di Sulut meninggalkan sikap ragu dan mulai bekerja secara terbuka.
"Kalau sekarang sudah jadi gubernur, boleh sombong sedikit ya. Artinya, ilmu saya memang bisa saya terapkan untuk pemenangan," katanya.
Ia pun kembali menegaskan targetnya.
Gerindra, kata YSK, harus bergerak untuk merebut kemenangan di semua tingkatan, mulai dari kepala daerah hingga kursi DPRD.
"Tidak ada alasan untuk kita berhenti bergerak. Mari singsingkan lengan baju, kita bergandengan tangan memajukan partai kita," pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Ren)