TRIBUNSUMSEL.COM - Tidur yang nyenyak dan hati yang tenang merupakan nikmat tiada tara setelah seharian beraktivitas. Dalam ajaran Islam, Rasulullah Muhammad SAW memberikan petunjuk praktis agar waktu istirahat malam setiap muslim kita tak sekadar melepas lelah, melainkan bernilai pahala serta mendapat perlindungan penuh dari Allah SWT.
Dilansir Tribunsumsel.com dari tayangan di kanal YouTube Yufid TV diakses Sabtu (5/9/2026), merutinkan dzikir sebelum tidur sesuai sunnah memiliki keutamaan luar biasa.
Selain membentengi diri dari gangguan jin dan setan, amalan malam ini juga diyakini dapat melapangkan rezeki, menghindarkan dari keburukan, hingga membebaskan dari siksa kubur.
Berikut selengkapnya ulasang doa sebelum tidur dan amalan malam Rasulullah SAW lengkap dengan teks Arab, transliterasi Latin, serta terjemahan Bahasa Indonesia.
Sebelum memejamkan mata, doa yang paling umum dan utama diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
Latin:
Bismikallāhumma aḥyā wa bismika amūt.
Terjemahan:
"Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati."
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur berfungsi sebagai benteng gaib. Orang yang membacanya akan senantiasa dijaga oleh malaikat hingga pagi hari.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin:
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyaī'im min ‘ilmihī illā bimā syā', wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Terjemahan:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Rasulullah SAW biasa mengumpulkan atau menangkupkan kedua telapak tangannya, ditiup halus, lalu membacakan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Setelah itu, beliau mengusapkan kedua tangannya ke seluruh anggota tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, hingga bagian depan tubuh (diulangi sebanyak 3 kali).
Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤
Latin:
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Terjemahan:
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia'."
Di antara dzikir penenang hati sebelum berbaring miring ke kanan adalah membaca doa kepasrahan diri meminta perlindungan total yang diriwayatkan dalam HR. Bukhari:
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Latin:
Allāhumma aslamtu nafsī ilaik, wa fawwaḍtu amrī ilaik, wa wajjahtu wajhiya ilaik, wa alja'tu ẓahrī ilaik, raghbatan wa rahbatan ilaik, lā malja'a wa lā manjā minka illā ilaik, āmantu bikitābikallażī anzalta, wa binabiyyikallażī arsalta.
Terjemahan:
"Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena benci dan harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus."
Di samping mengamalkan doa-doa tersebut, seorang muslim hendaknya juga menerapkan adab fisik sebelum berbaring.
1. Berwudhu terlebih dahulu seperti wudhu untuk sholat.
2. Mengebas tempat tidur tiga kali menggunakan ujung kain.
3. Mengambil posisi miring ke kanan saat mulai berbaring.
4. Membaca Surah Al-Mulk dan As-Sajdah bagi yang ingin mendapatkan syafaat dan perlindungan dari siksa kubur.
Dengan membiasakan amalan ini, waktu tidur seorang muslim tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga membawa ketenangan jiwa dan keberkahan hingga fajar menyingsing.
Demikian ulasan Doa Sebelum Tidur dan Amalan Malam Rasulullah SAW agar Hati Tenang.
Baca juga: Doa Ayah atau Ibu yang Lebih Mustajab, Dalil Hadits dan Penjelasan Ustadz Hanan Attaki
Baca juga: Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Terbebas dari Kesulitan, Lengkap Bacaan
Baca juga: Bacaan Doa agar Terbebas dari Hutang Pinjol, Amalkan Pagi dan Petang
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com