Sesalkan Penghentian Operasional BTS Trans Saijaan, Waket DPRD Kotabaru Awaludin Minta Penjelasan
Hari Widodo September 05, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Penghentian mendadak operasional Buy The Service (BTS) Trans Saijaan banyak pertanyaan dari sejumlah kalangan.

Kejelasan duduk masalah tidak hanya dipertanyakan Organda Kotabaru, Perum Damri yang menjalankan operasional, para pemilik unit, hingga para supir.

Namun juga dari pihak  legislatif DPRD Kotabaru yang turut menyayangkan penghentian operasional yang baru ujicoba sebulan ini.

Sepertinya yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, belum lama tadi.

"Saya mempertanyakan, kenapa sih harus diberhentikan ? Kalau harusnya dievaluasi ya dievaluasi, jangan diberhentikan total. Iya kan," ujarnya. 

Awal pun mengaku bingung, karena respon masyarakat terhadap angkutan BTS Trans Saijaan ini bagus dan tinggi.

Di sepanjang Agustus tadi, setidaknya terdata sekitar 65.000 pengguna yang menikmati angkutan yang rencananya gratis sampai akhir Dssember 2026 ini.

Diketahui, operasional BTS Trans Saijaan resmi dihentikan Dinas Perhubungan Kotabaru mulai 2 September tadi, 40 unit lebih armada kini terparkir di Terminal Stagen.

Sejumlah pihak terkait juga telah menggelar pertemuan, baik dari Perum Damri, Organda, serta perwakilan sopir BTS Transsaijaan dan Asisten 2 Setda Kotabaru.

Namun untuk kejelasan dari program ini masih dibahas belum disamapaikan. (AOL)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.