BANJARMASINPOST.CO.ID - Hasil riwayat kesehatan Ruben Onsu di persidangan bakai jadi alat Sarwendah untuk menggagalkan hak asuh anak diambil.
Sarwendah mengklaim turut memegang soal catatan riwayat kesehatan Ruben Onsu.
Menurut kuasa Hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, akan menjadi salah satu bukti yang akan mereka tunjukkan di persidangan.
Kabarnya, Sarwendah memegang hasil yang berbeda dari pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya dilakukan oleh Ruben Onsu.
“Ya, jadi kami berharap penyakit tiga huruf akan kami buktikan di persidangan."
"Kepada kliennya Bang Minola, kami akan buktikan di persidangan hasil yang berbeda dari kami,” ujar Cris Sam Siwu ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Alasan Sarwendah Minta Ruben Onsu Konsumsi Obat Dibeberkan, Klaim Tahu Kondisi Asli Mantan Suami
Kuasa Hukum Sarwendah menyebut, kliennya memiliki alasan mengapa menyuruh Ruben Onsu untuk mengonsumsi obat.
Hal itu diduga berkaitan dengan kesehatan Ruben Onsu yang diketahui oleh Sarwendah.
“Ya, yang menunjukkan kenapa Wendah bisa menyuruh klien Bang Minola minum obat, pasti ada hasil yang dipegang sama klien kami. Kami akan tunjukkan nanti di persidangan,” ujar Cris Sam Siwu.
“Saya pastikan kita memegang hasilnya RSO,” tegasnya.
Kuasa Hukum Sarwendah mengungkapkan, alasan kliennya memegang riwayat kesehatan Ruben Onsu.
Hal itu lantaran mantan member CherryBelle itu, pernah menjaga Ruben Onsu ketika sakit.
“Dulu Wenda pernah menjaga Ruben pada saat RSO sakit. Semua data ada di klien kami. Jadi kami berhak untuk memegang dan berhak untuk menyampaikan di persidangan,” tutupnya.
Sidang gugatan hak asuh anak yang dilayangkan Ruben Onsu terhadap Sarwendah bakal kembali digelar secara e-court pada 9 September 2026.
Ruben menepis kabar yang menyebut dirinya mengidap penyakit kronis. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung soal anaknya ketika merespons isu yang beredar.
"(penyakit kronis) lah itu T (nama anak) lahir dari mane," ujar Ruben, lewat siaran langsung yang diterima Tribunnews, Senin (3/8/2026).
Ruben kemudian melontarkan sindiran kepada pihak yang menurutnya menyebarkan kabar tersebut. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengungkap fakta apabila memang dibutuhkan.
"Mau gue kasih tahu titik-titik rumah gua berhubungan di mane?" lanjutnya.
Ruben juga menduga munculnya isu tersebut berkaitan dengan upaya mendapatkan perhatian publik. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan kabar tersebut beredar.
"Demi mencuri perhatian sih kali ye, gue kagak ngerti," tandasnya.
Isu mengenai dugaan penyakit kronis yang dikaitkan dengan Ruben Onsu sebelumnya mencuat di tengah konflik rumah tangganya dengan Sarwendah.
Informasi tersebut menjadi sorotan setelah kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, memperlihatkan percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah. Saat itu, Minola sebenarnya bermaksud menunjukkan tanggal komunikasi keduanya ketika Sarwendah menjadi bintang tamu dalam podcast Denny Sumargo.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada isi percakapan tersebut. Dalam chat yang ditampilkan, terdapat pesan Sarwendah yang menyinggung kondisi kesehatan Ruben.
Sorotan terhadap isi pesan itu kemudian berkembang menjadi dugaan bahwa Ruben mengidap penyakit kronis.
Minola kemudian mengakui bahwa dirinya tidak mencermati isi percakapan tersebut ketika pertama kali menunjukkan bukti. Ia menyebut fokusnya saat itu hanya untuk membuktikan tanggal komunikasi antara Ruben dan Sarwendah.
"Ya mungkin juga ada kelalaian saya ya karena saya tidak fokus pada isi chatnya. Karena kan saya hanya fokus dengan membuktikan tanggal komunikasi mereka," ujar Minola, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Minola mengaku tidak memperkirakan publik justru lebih memperhatikan isi pesan dibandingkan konteks awal bukti tersebut ditampilkan.
"Jadi sebenarnya, orang waras ya harusnya melihat, oh ini adalah tanggal bahwa mereka masih berkomunikasi di nomor yang sama. Kan begitu dong," tukasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa pihaknya sengaja menyembunyikan informasi dalam bukti yang disampaikan.
"Mana pernah saya ketika menyampaikan bukti itu tidak transparan," selorohnya.
Minola kemudian meminta agar isi percakapan tersebut tidak ditarik menjadi kesimpulan yang terlalu jauh.
"Ya kalau namanya bukti melemahkan posisinya lawan. Jadi jangan digiring ke sana, jangan digiring ke sini," ucapnya.
Untuk membantah dugaan mengenai kondisi kesehatan Ruben, Minola juga menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium yang disebut menunjukkan hasil non-reaktif.
"Sekarang kita tengok hasilnya non reaktif ya. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan oleh banyak orang hari ini."
Ia mempertanyakan mengapa publik lebih mempercayai isi percakapan dibandingkan hasil pemeriksaan laboratorium yang menurutnya merupakan bukti langsung.
"Masa mereka lebih percaya kepada chattingan yang datang dari satu sumber daripada bukti real," cetusnya.
Minola pun menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti untuk membantah tudingan tersebut.
"Kita bisa membuktikan bahwa pernyataan-pernyataan dan tuduhan-tuduhan itu kan tidak berdasar sama sekali dengan bukti-bukti yang valid," tegas Minola.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)