Karhutla Hanguskan 61 Hektare Lahan di Tapin, 3 Kandang Ayam Turut Terbakar, Kerugian Ratusan Juta
Hari Widodo September 05, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Dalam dua hari berturut-turut, Jumat (4/9/2026) dan Sabtu (5/9/2026), karhutla terjadi di lokasi yang sama, yakni Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin, karhutla pada Jumat (4/9/2026) membakar sekitar 30 hektare lahan.

Kebakaran kembali terjadi pada Sabtu (5/9/2026), dengan luas lahan yang terbakar sekitar 31 hektare.

Baca juga: Lahan Terbakar Lebih 1.000 Hektare, Status Siaga Karhutla Masih Diberlakukan di Banjar 

Dengan demikian, dalam dua hari tersebut sedikitnya sekitar 61 hektare lahan semak dan pepohonan dilaporkan terbakar. Yang menjadi perhatian, kejadian karhutla di Tapin Selatan tidak hanya tercatat sebagai titik panas di wilayah tersebut, tetapi sudah berdampak terhadap aktivitas warga.

Pada kebakaran Sabtu, tiga kandang ayam milik warga ikut terdampak kobaran api. Selain itu, satu pondok yang sudah tidak digunakan juga turut hangus terbakar.

Tiga warga yang disebut sebagai pemilik atau pengelola kandang ayam terdampak masing-masing Firman Hidayat, Muhammad Abidin dan Pak Joko.

Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar ratusan juta.

Pusdalops BPBD Tapin melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.51 hingga 15.15 Wita.

Tim TRC BPBD Tapin bersama TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, sejumlah barisan pemadam kebakaran serta relawan dan masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman menggunakan mobil tangki pemadam.

"Titik api sudah aman terkendali," demikian kondisi terkini yang dilaporkan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin.

Ancaman karhutla di Tapin Selatan juga terlihat dari data titik panas yang dirilis Pusdalops-PB BPBD Tapin, Sabtu (5/9/2026).

Hingga pukul 16.00 Wita, tercatat 44 titik panas tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapin.

Tapin Selatan menyumbang 13 titik panas, menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas cukup tinggi pada hari tersebut.

Jumlah tersebut berada di bawah Kecamatan Candi Laras Utara yang mencatat 20 titik panas.

Selain Tapin Selatan dan Candi Laras Utara, titik panas juga terdeteksi di Kecamatan Lokpaikat sebanyak 10 titik, Salam Babaris lima titik, Bungur dua titik, Bakarangan dua titik, Piani satu titik dan Binuang satu titik.

Sementara Tapin Utara, Tapin Tengah, Hatungun dan Candi Laras Selatan tercatat nihil titik panas.

Data tersebut menunjukkan bahwa keberadaan titik panas masih menjadi perhatian serius, terlebih di tengah kejadian karhutla yang terjadi berulang di kawasan Desa Suato Tatakan.

Untuk kejadian Jumat (4/9/2026), Pusdalops BPBD Tapin mencatat kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 Wita dan menghanguskan sekitar 30 hektare lahan semak dan pepohonan.

Kendati TNI dan Polri hadir dan turut dalam penanggulangan karhutla, penyebab kebakaran dalam kedua kejadian tersebut masih belum diketahui.

Baca juga: Karhutla di Kotabaru Kalsel Makin Menjadi, Sejumlah Kawasan Sempat Diselimuti Asap

BPBD Tapin mengimbau petugas dan seluruh unsur terkait untuk terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. 

Kondisi terakhir di lokasi karhutla Desa Suato Tatakan dilaporkan aman dan terkendali. 
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.