TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lamber (60) hanya bisa terduduk di dekat rumah kecilnya yang kini tinggal puing.
Tanpa mengenakan baju, ia memandangi sisa-sisa bangunan yang hangus terbakar di kawasan Jodoh, Batu Ampar, tepat di belakang Oasis Hotel Batam, Sabtu (5/9/2026).
Sesekali Lamber bercanda bersama kerabat yang berada di lokasi. Namun, di balik gurauan itu, tersimpan kepedihan. Tempat tinggal yang selama ini menjadi tempatnya beristirahat setelah bekerja sebagai sekuriti kini tak lagi tersisa.
Seluruh barang miliknya ikut dilalap api. Saat kebakaran terjadi, Lamber hanya sempat menyelamatkan diri. Celana yang melekat di tubuhnya menjadi satu-satunya yang tersisa.
Lamber mengaku masih bersyukur karena berhasil terbangun dan keluar dari rumah sebelum api semakin membesar.
"Saya tadi sedang tidur. Karena pulang pagi, saya kerja jaga sebagai sekuriti. Namanya kerja malam, biasanya siang saya tidur," ujar Lamber saat ditemui di lokasi.
Saat sedang terlelap, ia tiba-tiba mendengar teriakan warga dari arah rumah kos di depan tempat tinggalnya.
"Tiba-tiba dengar penghuni kos di depan teriak kebakaran. Awalnya saya sudah nyenyak tidur. Saya langsung keluar dan melihat api sudah besar," katanya.
Tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga, Lamber memilih menyelamatkan diri. Kobaran api yang cepat membesar membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk mengambil barang-barang dari dalam rumah.
Kini, rumah kecil yang ditempatinya seorang diri hanya menyisakan puing dan bekas terbakar.
Baca juga: Kebakaran di Rulli Jodoh Batu Ampar, Api Melahap Sejumlah Rumah di Belakang Hotel Oasis
Lamber merupakan perantau asal Alor. Anak-anaknya sudah dewasa dan telah berkeluarga. Selama ini ia tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Seorang anggota keluarga mengatakan, untuk sementara waktu Lamber akan tinggal dan menginap di rumah keluarga sembari memikirkan kembali tempat tinggal setelah rumahnya musnah terbakar.
Kebakaran melanda kawasan Jodoh, Batu Ampar, tepat di belakang Oasis Hotel Batam itu terjadi, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Komandan Pos Damkar Sei Panas, Sugeng, mengatakan proses pemadaman melibatkan 25 petugas gabungan dengan 12 unit kendaraan pemadam.
Sugeng menyebut, berdasarkan pendataan, bangunan yang terbakar terdiri dari dua unit rumah atau ruli serta tiga unit ruko yang berada di depan kawasan ruli atau di samping Oasis Hotel.
Pasca-api berhasil dipadamkan, polisi langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. Petugas melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab munculnya api.
Kondisi lokasi tampak porak-poranda dan kumuh. Puing-puing bangunan yang terbakar berserakan di sejumlah titik, sementara tumpahan oli dan material lainnya tampak mengotori area sekitar.
Kapolsek Batu Ampar, Batam, Amrul, mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian yang dialami warga maupun pemilik bangunan untuk sementara berupa kerugian materi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga api berasal dari aktivitas pembakaran.
"Untuk sementara dugaan api berasal dari adanya aktivitas pembakaran," kata Amrul.
Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber api dan kronologi lengkap kejadian.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )