Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Kebakaran yang melanda tanah kosong di wilayah Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, belum sepenuhnya padam hingga Sabtu (5/9/2026).
Kebakaran tersebut pertama kali terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Meski tidak lagi terlihat kobaran api di permukaan, kepulan asap masih muncul dari sejumlah bagian lahan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menemukan kepulan asap dan bara api yang muncul dari bawah permukaan tanah.
“Sampai saat ini belum sepenuhnya padam, jadi sekarang masih ada kepulan asap,” kata Omay ketika dihubungi Tribunbanten.com, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Omay, kondisi tersebut terjadi karena lahan yang terbakar merupakan tempat pembuangan sampah dan puing.
Menurutnya, di lokasi tersebut petugas pemadam menemukan berbagai material mudah terbakar, seperti kayu dan springbed bekas, tertumpuk di dalam lahan.
“Jadi bara yang di bawah permukaan tanah itu karena yang terbakar lahan kosong, tempat pembuangan sampah dan puing, bermacam-macam barang nyemplung di situ, kayu, springbed yang sudah pada rusak nyemplung di situ,” tuturnya.
Baca juga: Anak Krakatau Erupsi Lagi, PVMBG Pastikan Belum Ada Potensi Keruntuhan Besar Pemicu Tsunami
Omay menjelaskan, kondisi bara yang berada di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
Akibatnya kata dia, petugas harus mengurai tumpukan material untuk mencapai titik bara yang masih menyala.
“Jadi di atas permukaan api tidak ada, akan tetapi asap masih sampai saat ini masih ada,” tambahnya.
Adapun untuk membantu proses tersebut, Omay mengaku, pihaknya telah mengerahkan dua unit armada pemadam dan tiga alat berat.
Ia menyebut, alat berat digunakan untuk membongkar serta mengurai tumpukan material sehingga titik bara dapat dijangkau petugas.
“Mudah-mudahan kalau alat berat masih terus beroperasi, jam 8 malam ini api bisa padam total,” pungkasnya.
Sementara itu, warga sekitar, Ramli mengaku, kepulan asap yang timbul dari kebakaran tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Bahkan, kata dia, sejumlah warga mengalami sesak napas dan harus dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
“Kemarin malam itu malah ada beberapa warga yang dibawa ke rumah sakit naik ambulans karena ada yang sesak napas,” kata Ramli.
Selain gangguan asap, akses warga di sekitar lokasi juga ikut terdampak karena kawasan tersebut ditutup untuk aktivitas masyarakat.
Ramli lantas mengungkapkan, bahwa lahan yang terbakar itu dulunya merupakan kebun jambu.
Namun, setelah pohon-pohon tidak lagi ada, lahan tersebut berubah menjadi tanah kosong dan menumpuk berbagai jenis sampah seperti kayu hingga kasur bekas.
Padahal kata Ramli, warga sekitar tidak biasa membuang sampah ke lahan tersebut karena telah memiliki petugas pengangkut sampah.
“Ini kalau dulunya kebun jambu, tapi sekarang pohonnya habis, jadi lahan kosong yang setahu saya katanya akhir-akhir ini mau dibangun,” ujarnya.
“Nah karena enggak dibangun-bangun, jadi buat (tempat) buang puing, tapi entah kenapa kok jadi banyak sampah jadinya. Sampahnya itu sejenis bekas kasur, dan kayu-kayu bekas gitu lah, ,” ungkapnya.
Ia pun berharap, kondisi tersebut segera ditangani karena asap kebakaran telah mengganggu kenyamanan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
“Karena sebagai warga sini, saya sangat prihatin. Saya enggak pernah buang sampah di sini, tapi kena dampaknya begini,” pungkasnya.