SURYA.co.id, BLITAR - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 17.000 liter untuk warga yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang di Kabupaten Blitar.
Bantuan air bersih tersebut didistribusikan menggunakan tiga mobil tangki, terdiri dari dua tangki dengan kapasitas 6.000 liter dan satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Bantuan disalurkan kepada warga di RT 4 RW 4 Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026) pukul 16.00 WIB.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Blitar Rijanto dan Kepala BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi.
Kehadiran Gubernur Jawa Timur menjadi bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap upaya pemerintah daerah dalam menangani krisis kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan.
"Hari ini yang kami lakukan adalah bagian kecil dari upaya yang sudah dilakukan Pak Bupati Blitar dan kabupaten lainnya. Kami memberikan substitusi support suplai air ke warga terdampak bencana kekeringan," kata Khofifah.
Baca juga: Kekeringan Tuban Diprediksi hingga Desember 2026, BPBD Siapkan Antisipasi
Kekeringan di Desa Margomulyo merupakan bencana rutin tahunan setiap musim kemarau. Namun, kondisi tahun ini dinilai cukup ekstrem.
Sumur-sumur warga di wilayah tersebut telah mengering sejak satu bulan lalu.
Secara lebih luas, saat ini terdapat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah menetapkan status kedaruratan bencana kekeringan.
Sebanyak 40 KK atau 162 jiwa di RT 4 RW 4 Desa Margomulyo terdampak langsung akibat kondisi tersebut.
Warga harus mengandalkan bantuan BPBD yang didistribusikan setiap dua hari sekali. Jika bantuan tidak mencukupi, warga terpaksa membeli air seharga Rp 80.000 per tandon besar.
Kondisi kekeringan juga membuat warga harus menghemat penggunaan air secara ekstrem, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kalau untuk keperluan mandi, kami kurangi. Biasanya mandi sehari dua kali, sekarang cukup sekali," ujar Mistini, 37, salah satu warga setempat.
BPBD Kabupaten Blitar akan melanjutkan distribusi air bersih secara rutin sebanyak 8.000 liter setiap dua hari sekali ke lokasi tersebut.
Sementara itu, Pemprov Jatim telah berkoordinasi untuk melakukan modifikasi cuaca agar hujan segera turun.
Selain langkah penanganan tersebut, Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan salat Istisqa sebagai upaya spiritual memohon turunnya hujan.
"Kalau komunitas yang memungkinkan untuk bisa menyegerakan salat Istisqa akan menjadi sangat baik. Salat Istisqa yang memohon kepada Allah untuk menurunkan hujan," kata Khofifah.