‎Kebakaran di Samping Pendopo Bupati Ketapang, Deni Selamatkan Istri dari Kepungan Asap ‎
Try Juliansyah September 05, 2026 11:32 PM

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sebuah rumah yang juga digunakan sebagai toko kelontong di Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terbakar pada Sabtu 5 September 2026 pagi.

‎Kebakaran yang terjadi tepat di samping pintu gerbang Balai Sungai Kedang Pendopo Bupati Ketapang tersebut menghanguskan seluruh bagian rumah serta sebagian bangunan toko kelontong yang berada di sampingnya.

‎Pemilik rumah, Jasmi, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kebakaran tersebut setelah selesai melaksanakan salat Subuh.

Saat itu, ia hendak membuat kopi di rumahnya.

‎"Selesai shalat Shubuh saya mau ngopi, lalu nampak ada api di samping kiri rumah, di dinding pembatas antara warung saya dan rumah tetangga," ujar Jasmi.

‎Sementara itu, pemilik toko kelontong, Deni, mengaku mengetahui kebakaran setelah terbangun karena mendengar teriakan warga.

Saat membuka pintu kamar, ia melihat asap sudah memenuhi bagian rumah.

‎"Saya lagi tidur, kebangun dengar suara orang teriak-triak, saya kira istri, pas saya buka pintu kamar ternyata asap udah menggumpal," kata Deni.

‎Deni kemudian berusaha menyelamatkan diri.

Baca juga: 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Ketapang Berpotensi Bakal Diguyur Hujan Dua Hari

Namun, saat melihat istrinya masih berada di dalam kamar dan dalam kondisi terpana, ia kembali masuk untuk membawanya keluar.

‎"Saya turun, mau keluar nyelamatkan diri, liat istri ternyata masih dikamar, diam kayak gitu, jadi saya balik lagi bawa dia turun kebawah," ungkap Deni.

‎Menurut Deni, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari bagian bawah rumah dan diduga berasal dari bagian tengah bangunan.

‎"Kejadiannya sekitar jam 05.00 wib, api awalnya di bagian rumah yang di bawah, entah dari mana intinya dari tengah rumah gitu lah," ujarnya.

‎Ia mengaku belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik.

‎"Penyebabnya saya kurang tahu apa, tapi kemungkinan korsleting listrik," katanya.

‎Saat kebakaran terjadi, terdapat sebuah mobil yang terparkir di sekitar lokasi. Bagian depan mobil tersebut sempat ikut terbakar akibat kobaran api.

‎Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya menyelamatkan mobil tersebut dengan memecahkan bagian kaca kendaraan agar dapat mengakses bagian dalam dan memindahkannya dari lokasi kebakaran.

‎Dengan kejadian tersebut mobil akhirnya bisa diselamatkan walaupun terdapat kerusakan sedikit dibagian depan dan kaca.  

‎Deni mengatakan tidak seluruh barang di dalam toko kelontong ikut terbakar.

‎Sejumlah berkas miliknya menjadi salah satu yang banyak hangus karena sebelumnya dikumpulkan di satu tempat.

‎"Enggak semua barang terbakar, hanya berkas-berkas yang banyak terbakar, karena semua berkas itu memang saya jadikan satu tempat, biar kalau ada keperluan gak susah carinya," tuturnya.

‎Ia menyebut sebagian berkas penting sebenarnya masih berpeluang diselamatkan.

‎Namun, kondisi istrinya yang syok saat kejadian membuat proses penyelamatan tidak maksimal.

‎"Kalau istri saya enggak terdiam, terpana gitu liat api, syok kayaknya. Kemungkinan besar berkas-berkas penting bisa diselamatkan," ungkap Deni.

‎Sementara untuk barang dagangan di toko, Deni menyebut sebagian besar masih dalam kondisi aman meski terkena air saat proses pemadaman.

‎"Untuk barang ditoko alhamdulillah semuanya aman hanya basah aja, kena air waktu pemadaman, paling bagian belakang aja bang kaya kulkas gitu lah yang rusak," jelasnya.

‎Setelah kejadian tersebut, Deni mengaku akan tinggal sementara di rumah miliknya di Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. 

‎Selama ini, ia bersama istrinya memang tinggal dan tidur di lantai dua toko kelontong tersebut.

‎Sementara rumah yang terbakar merupakan milik orang tua Deni. Ia berencana tinggal di rumah di Desa Kali Nilam bersama istrinya dan kedua orang tuanya.

‎Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, Deni mengalami sedikit luka bakar pada bagian telapak tangan sebelah kiri akibat salah terpegang besi panas yang terbakar api.

‎Deni juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang langsung datang setelah menerima laporan.

‎Menurutnya, sekitar enam hingga tujuh unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

‎"Untung pemadam itu cepat datang, jadi begitu di telpon, dak lama mereka datang, kurang lebih ada sekitar enam atau tujuh mobil pemadam yang datang. Sekitar satu jam api pun uudah mati," pungkasnya.

Profil Singkat Kecamatan Delta Pawan

Kecamatan Delta Pawan merupakan kecamatan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kawasan ini memiliki posisi sangat strategis karena menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan berbagai aktivitas perkotaan di Kabupaten Ketapang.

Data umum

Berdasarkan publikasi BPS Kabupaten Ketapang, Kecamatan Delta Pawan Dalam Angka 2025, luas wilayah Delta Pawan tercatat sekitar 74 km⊃2;.

Angka tersebut menjadikan Delta Pawan sebagai kecamatan dengan wilayah paling kecil di Kabupaten Ketapang, hanya sekitar 0,23 persen dari luas Kabupaten Ketapang.

Namun, meskipun wilayahnya relatif kecil, Delta Pawan merupakan kecamatan dengan konsentrasi penduduk paling tinggi di Kabupaten Ketapang.

Data profil kependudukan Kabupaten Ketapang mencatat kepadatan Delta Pawan mencapai sekitar 1.357 jiwa per km⊃2;.

Wilayah administrasi

Delta Pawan terdiri dari 9 wilayah administrasi, yaitu:

  • Kelurahan Kantor
  • Kelurahan Tengah
  • Kelurahan Mulia Baru
  • Kelurahan Sampit
  • Kelurahan Sukaharja
  • Desa Sukabangun
  • Desa Kali Nilam
  • Desa Paya Kumang
  • Desa Sukabangun Dalam

Data BPS 2025 mencatat total penduduk sekitar 93 ribu jiwa berdasarkan data tahun 2024.

Sebagai pembanding, laporan kependudukan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk Juli 2025 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Delta Pawan terus berada pada kisaran puluhan ribu hingga lebih dari 90 ribu jiwa, tersebar di sembilan desa/kelurahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.