Kemenag Aceh Barat - Gerak Cepat Hidupkan Lembaga Keagamaan
Zaenal September 06, 2026 12:03 AM

KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat lakukan penguatan pembinaan keagamaan dengan menghidupkan kembali peran berbagai lembaga keagamaan di tingkat kecamatan dan gampong. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan umat hingga ke tingkat akar rumput.

Sejak dilantik sebagai Kepala Kemenag Aceh Barat pada 13 Mei 2026, Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag, MA langsung melakukan sejumlah gebrakan untuk memperkuat pelayanan keagamaan dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam. 

Berbagai program strategis berhasil dilaksanakan, di antaranya launching Ruang Literasi bagi Tengku Muda, Gerakan Beut Panteu Keude, Diskusi Penguatan Pendidikan dan Keagamaan, Rapat Koordinasi Pimpinan Pondok Pesantren, Rapat Kerja Kepala Madrasah, hingga Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini. 

Berbagai program yang digulirkan dalam waktu relatif singkat tersebut menunjukkan arah kepemimpinan Khairul Azhar yang menitikberatkan pada penguatan literasi keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan Islam, pemberdayaan lembaga keagamaan, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

BERSAMA BUPATI - Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, DR. H. Khairul Azhar, S.Ag., MA, bersama jajarannya, berfoto bersama Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP.
BERSAMA BUPATI - Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, DR. H. Khairul Azhar, S.Ag., MA, bersama jajarannya, berfoto bersama Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP. (Dok SERAMBINEWS.COM/HO)

Ia mengatakan penguatan kelembagaan menjadi salah satu program prioritas agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan dan pembinaan keagamaan. Keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA), menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan syiar Islam yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Lembaga keagamaan di tingkat kecamatan seperti Majelis Taklim, Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), hingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) harus kembali bergerak aktif. Kita perlu menghidupkan kembali sinergi ini agar kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat," ujar Khairul Azhar.

Sebagai langkah konkret, Kemenag Aceh Barat mengoptimalkan peran penyuluh agama yang tersebar di 12 kecamatan. Para penyuluh akan memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai forum pembinaan, termasuk menyampaikan materi yang berkaitan dengan penguatan akidah dan pemahaman keislaman berdasarkan fatwa yang telah ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Baca juga: Kepala Kemenag Aceh Barat Dr H Khairul Azhar SAg MA Terima Serambi Awards 2026

Fasilitas Kelas Digital

Selain pembinaan masyarakat, Kemenag Aceh Barat juga memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah. Saat ini hampir seluruh madrasah telah didukung fasilitas kelas digital yang memungkinkan peserta didik mengakses sumber pembelajaran secara daring.

“Kami mencoba melakukan langkah-langkah pengamanan dan pendampingan agar siswa tidak terlalu bebas mengakses konten yang dapat berdampak pada akhlakul karimah. Ini menjadi salah satu fokus yang akan terus kami lakukan ke depan,” ujarnya.

Dalam memperluas jangkauan pembinaan, Kemenag Aceh Barat juga mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparatur gampong, pengurus masjid, serta pimpinan dayah/pesantren. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan majelis taklim, kajian keislaman, dan berbagai kegiatan dakwah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pembinaan umat. Dengan sinergi yang baik, pelayanan keagamaan akan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh Barat," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.